Bung Karno Puji Tan Malaka: Kepemimpinan Revolusi Saya Serahkan pada Anda

Senin, 26 September 2022 08:07 Reporter : Merdeka
Bung Karno Puji Tan Malaka: Kepemimpinan Revolusi Saya Serahkan pada Anda Dua tokoh partai Murba yaitu Tan Malaka dan Sukarni. Pembela Proklamasi, 13-08-1955©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Tan Malaka selalu berusaha mengunjungi Sukarno. Tetapi selalu gagal karena penjagaan Jepang. Barulah, tanggal 9 September keduanya dipertemukan oleh Sayuti Melik. Pertemuan terjadi di kamar belakang rumah dr. Suharto.

Dokter Suharto merupakan dokter pribadi Bung Karno. Bagi Bung Besar, ini adalah pertemuan pertama. Tetapi menjadi yang kedua bagi Tan Malaka setelah kejadian di Bayah.

Dalam buku Tan Malaka: Sebuah Biografi Lengkap, Masykur Arif Rahman menjelaskan bagaimana Tan Malaka pertama kali bertemu Bung Karno. Suatu ketika Bung Karno dan Bung Hatta pernah mengunjungi Bayah dan memberi semangat kepada para pemuda romusha. Mereka yang menghadiri acara tersebut terdiri atas pegawai romusha kalangan Indonesia dan Jepang. Mereka lantas diberi kesempatan untuk bertanya kepada Dwi Tunggal.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Tan Malaka untuk bertanya kepada Bung Karno dan Bung Hatta. Secara lugas Tan bertanya strategi kemerdekaan yang dicanangkan oleh Dwi Tunggal. Menurut Tan Malaka, Bung Karno secara singkat menjelaskan bahwa strategi yang diterapkan adalah menunggu pemberian Jepang.

2 dari 3 halaman

Bung Karno Pembaca Setia Karya Tan Malaka

Dalam pertemuan di rumah Dokter Suharto, perbincangan dimulai dengan Tan Malaka yang membuka identitas dirinya. Bung Karno melanjutkannya dengan pertanyaan seputar karya Tan yang bertajuk Aksi Massa.

"Dalam buku Aksi Massa, rupanya saudara anggap Imperialisme Inggris berada diantara Imperialisme Belanda dan Imperialisme Amerika," ujar Bung Karno.

Dalam pembicaraan tersebut, Tan Malaka mendominasi dan lebih banyak menjelaskan ketimbang Bung Besar. Lamber Giebels, pernah menyatakan bahwa Bung Karno memang pembaca setia karya-karya Tan Malaka ketika masih aktif di Partai Nasional Indonesia (PNI). Bahkan, digunakan sebagai rujukan bagi kursus yang dilakukannya di PNI.

Lalu Tan Malaka menyarankan pemindahan Ibukota ke daerah pedalaman. Karena daerah pesisir sifatnya terbuka dan mudah dikuasai. Menurut Tan, Sukarno dan Hatta akan dikejar oleh sekutu sebagai penjahat perang karena telah membantu Jepang.

3 dari 3 halaman

Bung Karno Serahkan Revolusi pada Tan Malaka

Menurut Harry A. Poeze, Bung Karno terpesona dengan pendapat-pendapat yang diutarakan Tan Malaka. Secara spontan simbal menunjuk Tan Malaka, Sukarno memberikan kepercayaannya.

"Kalau suatu saat saya tidak lagi bebas bertindak, maka kepemimpinan revolusi saya serahkan kepada Anda."

Kata-kata tersebut kembali diucapkan Bung Besar kepada Tan Malaka ketika keduanya kembali bertemu di rumah Dr. Mawardi. Menanggapi hal tersebut, Tan Malaka menerimanya hanya sebagai pujian.

"Usul memimpin revolusi tadi saya anggap sebagai suatu kehormatan saja dan sebagai suatu tanda kepercayaan dan penghargaan Bung Karno kepada saya belaka," ujar Tan Malaka.

Lebih istimewa lagi, pujian tersebut menggambarkan adanya pertautan antara keduanya secara jiwa dan paham meski bertahun-tahun hidup di tempat yang berbeda.

Tan Malaka menceritakan itu kepada sahabatnya, yakni Ahmad Soeabrdjo. Pada tanggal 30 September 1945 Ahmad Soebardjo meminta legalitas pernyataan Bung Karno. Terlebih tersiar kabar bahwa Inggris akan menangkap Dwi Tunggal.

Pernyataan itu akhirnya dibuat oleh Bung Karno dan hendak ditandatangani oleh Dwi Tunggal. Akan tetapi, Hatta tidak sepenuhnya setuju dan mengusulkan tiga nama lagi untuk mempertahankan netralitas, yakni Sjahrir, Wongsonegoro dan Iwa Kusumasumantri.

Reporter Magang: Muhammad Rigan Agus Setiawan

[noe]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini