Tuan Rumah F1 2020, Vietnam Butuh SDM Profesional Pariwisata & Perhotelan

Minggu, 20 Oktober 2019 13:43 Reporter : Syakur Usman
Tuan Rumah F1 2020, Vietnam Butuh SDM Profesional Pariwisata & Perhotelan Vietnam membutuhkan SDM pariwisata dan perhotelan yang besar di 2020. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Vietnam diprediksi menjadi salah satu pusat pariwisata di Asia, setelah dipilih menjadi tuan rumah balap mobil dunia, Formula Satu (F1), mulai 2020. Dengan Hanoi menjadi seri ke-4 F1 2020, pariwisata di Vietnam akan berkembang dan diperkirakan meningkat 30 persen.

Industri ini juga diperkirakan menyumbang 10 persen terhadap pertumbuhan PDB pada 2020.Setidaknya 1 triliun dong, setara US$ 42,9 juta, akan diinvestasikan oleh Vietnam Grand Prix Co. untuk menjadi tuan rumah F1 seri ke-2 2020, seperti dilaporkan Tri Thuc Tre, mengutip informasi dari Komite Rakyat Hanoi.

Vietnam menjadi negara keempat di Asia, setelah Cina, Jepang, dan Singapura yang menggelar F1. Nama-nama pebalap dunia, seperti Lewis Hamilton, Valtteri Bottas, dan Charles Leclerc akan adu cepat di jalan-jalan di pinggiran barat ibukota di Hanoi.

Dalam rilisnya, Hanoi dikatakan memiliki 35.000 perusahaan akomodasi wisata dengan hampir 61.000 kamar, termasuk 67 hotel bintang tiga hingga lima dan tujuh apartemen wisata mewah. Dalam upaya untuk meningkatkan pariwisata ini, permintaan untuk pekerja profesional pariwisata dan perhotelan yang terampil juga akan meningkat.

Untuk mendukung permintaan yang meningkat untuk para pekerja profesional pariwisata dan perhotelan, School of Tourism & Hospitality Singapore Management Institute Institute of Singapore (MDIS) menawarkan program Diploma yang selaras dengan kebutuhan industri melalui Tourism and Hospitality Operations. program Diploma ini bersama dengan program perhotelan yang mulai dari tingkat International Foundation Diploma hingga Magister dengan spesialisasi di bidang perhotelan, manajemen event, dan pariwisata.

©2019 Merdeka.com

Kebutuhan SDM Pariwisataviet

Bermitra dengan University of Sunderland yang memiliki peringkat 10 besar di Inggris untuk subyek Perhotelan, Manajemen Event, dan Pariwisata dari The Guardian University Guide 2020, The School of Tourism & Hospitality menawarkan program sarjana dan magister dalam bidang pariwisata dan manajemen perhotelan untuk memenuhi permintaan yang meningkat untuk sumber daya manusia di industri pariwisata dan perhotelan.

Gelar ini akan sama dengan gelar yang diberikan kepada siswa di kampus utama universitas di Inggris.

Program Professional Diploma dalam Tourism and Hospitality Operations juga mengadopsi pendekatan berbasis pada kebutuhan industri dan pembelajaran yang berbasis keterampilan untuk semua kelompok umur yang tertarik untuk mengeksplorasi industri pariwisata dan perhotelan. Program ini fokus pada pencapaian pengetahuan dasar dan operasional dari perdagangan pariwisata dan perhotelan, selain menekankan keterampilan praktis mendasar yang diperlukan untuk berhasil di lingkungan kerja.

Isaac Joshua, Kepala MDIS School of Tourism & Hospitality, mengatakan profesional diploma ini adalah program dasar holistik yang memungkinkan peserta didik mengakses peluang tanpa batas dalam industri pariwisata dan perhotelan global, termasuk Vietnam.

"Siswa yang berusaha untuk maju dapat melanjutkan studi ke International Foundation Diploma dalam Manajemen Perjalanan, Pariwisata dan Perhotelan, Higher Diploma dalam Pariwisata, Perhotelan dan Manajemen Event, Sarjana Sains (Honours) dalam International Tourism and Hospitality Management, hingga akhirnya Magister Ilmu Pariwisata dan Perhotelan. Memiliki keterampilan dan kompetensi yang diperlukan dalam manajemen pariwisata dan perhotelan akan memberikan mahasiswa keunggulan kompetitif yang menarik dan penting di lingkungan kerja internasional dan memberi mereka peluang karir yang lebih baik di bidang pariwisata dan perhotelan," ujar Joshua dalam rilisnya.

Vietnam diprediksi memimpin destinasi Asia-Pasifik dengan pertumbuhan tahunan rata-rata selama lima tahun ke depan, berdasarkan laporanAsia Pacific Visitor Forecasts 2019-2023 yang baru-baru ini dikeluarkan Pacific Asia Travel Association (PATA). Pada 2018, Vietnam menyambut 15,4 juta wisatawan asing, meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah kedatangan wisatawan asing meningkat tiga kali lipat dari 5 juta pada 2010.

Vietnam juga melayani 80 juta pelancong domestik pada tahun lalu, menghasilkan pendapatan VND 620 triliun, setara US$ 26,6 miliar. Negara sosialis ini berencana menyambut hingga 20 juta wisatawan asing pada 2020, menghasilkan US$ 35 miliar dalam pendapatan pariwisata, dan berkontribusi 10 persen terhadap PDB negara itu.

Oleh karena itu, tenaga kerja terampil akan memiliki permintaan (demand) yang sangat tinggi di Vietnam. Kelompok tenaga kerja pariwisata dan perhotelan ini tidak hanya membutuhkan pengetahuan khusus industri di pasar Vietnam, tapi juga pengetahuan praktis dan keterampilan lain untuk melayani pasar pariwisata global. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Vietnam
  2. Formula 1
  3. Travel
  4. Hotel
  5. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini