KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Tradisi unik sambut Idul Adha di tanah air, apa saja?

Rabu, 13 September 2017 06:00 Reporter : Iwan Tantomi
Tradisi unik sambut idul adha di tanah air, apa saja?. ©Shutterstock
Merdeka.com - Idul Adha menjadi perayaan lebaran kedua bagi umat Islam setelah Idul Fitri. Menariknya, di Indonesia perayaan menyambut Idul Adha kerap dilakukan dengan beragam tradisi unik. Tradisi ini boleh dibilang khas, karena berbeda-beda di masing-masing daerah.

Gerebek Gunungan di Yogyakarta

Gerebek Gunungan dijadikan masyarakat Yogyakarta untuk menjalankan tradisi unik menjelang Idul Adha. Ritual ini dilakukan di Keraton Yogyakarta. Biasanya tiga buah gunungan diarak oleh prajurit dan dua ekor kuda dari keraton, melewati alun-alun utara, menuju masjid. Gunungan tersebut berupa dua buah gunungan putri, dan satu gunungan putra. Konon masyarakat bisa memperoleh berkah, jika berhasil mendapatkan salah satu gunungan usai diucapkan doa.

Mudik di Madura

Jangan kaget jika saat Idul Adha, jembatan Suramadu disesaki pemudik ke Madura. Ini karena orang Madura punya tradisi pulang kampung saat Idul Adha. Oleh karena sudah berlangsung secara turun temurun, sampai-sampai ada yang menilai jika Idul Adha merupakan hari rayanya orang Madura.

Manten Sapi di Pasuruan

Di Pasuruan, tradisi menjelang Idul Adha tak kalah unik. Masyarakat khususnya dari desa Wates Tani, Grati, mengadakan manten sapi atau pengantin sapi. Salah satu jenis hewan yang bisa dibuat kurban tersebut didandani dengan dipasangkan kalung, rangkaian bunga tujuh rupa hingga kain putih oleh warga, layaknya seorang pengantin. Usai dirias, sapi-sapi tersebut baru diantarkan ke panitia hewan kurban.

Apitan di Semarang

Semarang, khususnya di kelurahan Sampangan, masyarakatnya punya tradisi unik dalam menyambut Idul Adha. Warga membuat sedekah bumi Apitan, yang berisi padi, cabai, jagung, terong, tomat dan hasil bumi lainnya. Sedekah tersebut diarak dengan tumpeng, dengan maksud syukur atas rezeki yang sudah diberikan oleh Sang Pencipta.

Mepe Kasur di Banyuwangi

Mepe kasur atau menjemur kasur ternyata menjadi tradisi unik yang dilakukan serentak oleh penduduk Banyuwangi menjelang Idul Adha. Uniknya tradisi ini dilakukan sejak ratusan tahun silam. Selain untuk membersihkan kasur, tradisi yang disertai pula dengan memukul kasur dengan rotan ini dimaksudkan untuk menghormati bulan Haji. Di samping itu masyarakat Banyuwangi percaya, cara tersebut bisa menolak wabah penyakit dan santet.

Terlepas dari kelima tradisi tersebut, esensi penting dari Hari Raya Kurban adalah berkurban hewan ternak, seperti sapi dan kambing kalau di Indonesia. Sementara, jika ingin turut serta berkurban, bisa mencoba kurban online terpercaya di Tokopedia. Sedangkan jika memang belum cukup dana untuk berkurban, dimulai dari Tokopedia, bisa pula beramal lewat donasi online yang terpercaya. Kamu pilih yang mana? [wri]

Topik berita Terkait:
  1. Advertorial
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.