Torro Margens dan 6 Aktor Legendaris yang Identik dengan Peran Antagonis

Jumat, 4 Januari 2019 09:40 Reporter : Tantri Setyorini
Torro Margens dan 6 Aktor Legendaris yang Identik dengan Peran Antagonis Aktor antagonis legendaris Indonesia. ©KapanLagi.com

Merdeka.com - Dunia perfilman Indonesia kembali kehilangan salah satu aktor terbaiknya. Kali ini Torro Margens, seorang pelakon senior yang identik dengan peran-peran antagonis. Aktor Love for Sale itu mengembuskan napas terakhir pada hari Jumat (4/1) karena sakit.

Pria dengan suara menggelegar ini memiliki akting mumpuni yang tak terlupakan bagi sebagian besar penonton film-filmnya.

Selain Torro Margens, Indonesia juga punya sederet aktor watak yang tak segan terjun ke peran-peran antagonis. Pada akhirnya peran tersebut jadi identik dengan nama mereka. Berikut ini kami tampilkan selengkapnya.

1 dari 7 halaman

Torro Margens

Torro Margens. ©2015 Merdeka.com/www.kapanlagi.com

Mendiang Torro Margens termasuk aktor senior dengan peran antagonis yang paling diingat publik. Ciri khas peraih Piala Citra itu adalah tatapan tajam dan suara menggelegar.

Kiprah Torro di dunia hiburan tak terbatas pada akting di layar lebar saja. Dia juga membintangi sejumlah sinetron, mengisi suara untuk program religi Rahasia Illahi, dan membintangi iklan.

Torro meninggal di usia 68 tahun pada tanggal 4 Januari 2019 karena sakit yang dideritanya. Karya terakhirnya adalah film Love for Sale yang dibintangi bersama Gading Marten.

2 dari 7 halaman

August Melasz

August Melasz. ©KapanLagi.com

Aktor bernama asli August Satria Purnama ini paling diingat publik karena peran-peran antagonis yang sering dia perankan di film-film tahun 1970-an. Dia juga sempat menjajal peran di film drama dan komedi, meskipun peran antagonis lebih melekat pada namanya.

Pria 67 tahun kelahiran Surabaya ini masih memiliki darah Belanda di dalam tubuhnya. Setelah perfilman Indonesia lesu di tahun 90-an, dia mulai beralih ke peran-peran antagonis di sinetron. Film terakhir yang dia bintangi adalah KM 97 di tahun 2013.

3 dari 7 halaman

H.I.M. Damsyik

HIM Damsyik. ©KapanLagi.com

Hajji Incik Muhammad Damsyik atau lebih populer dengan nama panggung H.I.M. Damsyik paling diingat publik karena perannya sebagai Datuk Maringgi, seorang tuan tanah lalim di sinetron Siti Nurbaya.

Pria yang lahir di Lampung pada masa Hindia Belanda itu memiliki darah Minangkabau. Dia juga mendapat julukan Datuk Dansa karena mahir berdansa ala barat.

Lepas dari sinetron dan film. Damsyik mengelola sekolah dansa Damsyik School of Dance di Jakarta. Dia juga menjadi ketua pertama Ikatan Olahraga Dansa sejak dansa diakui sebagai cabang olahraga pada tahun 2002.

H.I.M. Damsyik meninggal dunia pada tahun 2018. Saat itu usianya 82 tahun dan meninggalkan lima orang anak.

4 dari 7 halaman

Rudy Wowor

Rudy Wowor. ©KapanLagi.com

Sama seperti H.I.M Damsyik, mendiang Rudy Wowor juga dikenal sebagai aktor antagonis dan penari yang andal. Pria berdarah Manado-Belanda ini lahir di Amsterdam pada tahun 1943.

Karirnya di dunia seni peran dimulai sejak tahun 1970-an dan terus melejit sebagai aktor dengan spesialisasi peran antagonis. Rudy juga piawai menulis. Dia pernah menulis untuk majalah mode ELLE dan beberapa harian di Madrid, Spanyol.

Pria yang masih dalam tujuh bahasa ini meninggal dunia pada tahun 2018 karena kanker prostat yang dia derita.

5 dari 7 halaman

Leroy Osmani

Leroy Osmani. ©KapanLagi.com

Di usia 62 tahun, nama Leroy Osmani masih diingat publik sebagai aktor antagonis yang cukup berhasil. Salah satu perannya yang paling tak terlupakan adalah di sinetron Melodi Cinta bersama Helmalia Putri dan Denny Malik. Sinetron terakhinya adalah Catatan Si Boy The Series.

6 dari 7 halaman

Yayu Unru

Yayu Unru. ©KapanLagi.com

Pria kelahiran 4 Juni 1962 ini merupakan aktor watak dan pemain pantomim yang disegani. Dia adalah murid dari Sena A. Utoyo dan Didi Petet yang juga dikenal sebagai aktor watak dan pemain pantomim.

Saat ini dia aktif sebagai pelatih akting dan sutradara di kelompok pertunjukan Sena Didi Mime. Akting terbarunya bisa kita saksikan di Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212. Dia berperan sebagai Kakek Segala Tahu.

7 dari 7 halaman

Eeng Saptahadi

Eeng Saptahadi. ©KapanLagi.com

Aktor kelahiran Indramayu berusia 60 tahun ini memiliki ciri khas berupa kumis melintang yang menjadikannya salah satu pelakon antagonis paling diingat dari dunia sinetron. Eeng Saptahadi mulai melejit setelah bergabung dalam sinetron Losmen.  [tsr]

Baca juga:
Krisdayanti lelang sepatu high heels miliknya pada konser amal untuk korban gempa
Via Vallen pimpin Viking Clap saat Timnas U-16 juara!
Nominasi 100 wanita tercantik di dunia, ada 4 artis asal Indonesia!
Ini sosok Sandra Olga, presenter cantik yang juga jadi korban pelecehan
Christian Sugiono sudah berdamai dengan pihak yang bikin data pribadinya bocor

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini