Berencana beli motor bekas, faktor geografis juga perlu diperhatikan

Senin, 26 Oktober 2015 17:23 Reporter : Iman Herdiana
Berencana beli motor bekas, faktor geografis juga perlu diperhatikan Harley Davidson Cosmic Starship. Therichest.com

Merdeka.com - Memilih motor harus mempertimbangkan kondisi geografis tempat tinggal atau kerja. Jika kondisi geografis berupa pegunungan atau dataran tinggi, jenis motor pun harus disesuaikan. Misalnya motor harus memiliki tenaga besar, tidak mudah panas saat melahap tanjakan dan tetap irit.

Nah, bagi pengguna motor yang berencana membeli motor baru atau bekas, keterangan dari penjual motor bekas Ciateul (Jalan Inggit Garnasih) Bandung dapat digunakan menjadi tips memilih jenis motor sesuai kondisi geografis.

Dadi Mulyadi, 42 tahun, yang sudah empat tahun menggeluti bisnis motor bekas mengungkapkan, pembeli motor bekas di daerah dataran tinggi ternyata lebih menyukai motor produksi Honda.

“Yang laku di Bandung Honda dari mulai Supra, Beat, Vario 125,” katanya kepada Merdeka Bandung, Senin (26/10).

Ia menyebutkan, konsumen daerah dataran tinggi dipastikan memilih motor bertenaga. “Yang dataran tinggi pasti ke Honda, kalau di Bandung misalnya daerah Cikutra (Jalan Pahlawan), Sadang Serang, itu banyak yang memilih Honda,” katanya.

Konsumen lainnya yang berasal dari dataran tinggi di antaranya Ciumbuleuit yang memang memiliki kontur menanjak atau pegunungan. Selain itu konsumen dari Jalan Setiabudi arah ke Lembang, kemudian Cimahi dan Rancaekek. Sedangkan daerah Bandung selatan yang cenderung dataran tinggi adalah Ciwidey dan Pangalengan.

“Para konsumen sudah membuktikan Honda tangguh di dataran tinggi, apalagi yang kerap dilanda kemacetan, mesin tidak mudah panas,” katanya.

Faktor irit BBM juga menjadi kriteria konsumen dalam memilih motor. Lagi-lagi pilihan mereka jatuh ke Honda. Begitu juga motor matic, yang banyak dicari adalah Honda Beat, baik yang carburator maupun yang injeksi.

Itu sebabnya, kata dia, saat ini Honda Beat tengah menjadi trend di masyarakat Bandung. Di sisi lain, bagi penjual motor seken, Honda Beat sedang sulit dicari. “Banyak orang yang memilikinya,” katanya.

Menurutnya sejak Honda Beat keluar pada 2008, respon konsumen langsung positif, mengalahkan Yamaha Mio yang lebih dulu keluar pada 2004. Honda Beat seken dipasarkan dengan harga yang masih tinggi antara Rp10 juta sampai Rp11 juta. “Kelebihannya ya karena tenaga bagus dan irit, sudah teruji di tanjakan,” sebutnya.

Kendati demikian, Yamaha bukan tidak memiliki keunggulan. Menurut Dadi, Yamaha banyak dipakai di daerah dataran rendah seperti perkotaan. Menurutnya, di daerah dataran rendah Yamaha bisa dibilang lebih unggul. Motor ini lebih lincah dan cepat. “Maka banyak anak muda yang memakainya,” ujarnya. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Merdeka Bandung
  3. Bandung
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini