Terancam Kehilangan Status Warisan Dunia UNESCO, Para Tokoh Liverpool Protes

Kamis, 8 Juli 2021 04:07 Reporter : Tantri Setyorini
Terancam Kehilangan Status Warisan Dunia UNESCO, Para Tokoh Liverpool Protes Liverpool, Inggris. ©Pixabay/wakeyfan

Merdeka.com - Kota Liverpool, Inggris terancam kehilangan status Warisan Dunia UNESCO yang sudah disandangnya sejak tahun 2004. Kekhawatiran itu membuat hampir 30 tokoh dari politik, sepak bola, dan akademisi menandatangani surat yang mendesak UNESCO agar tidak mencabut status tersebut.

Seperti dilansir BBC (28/6/2021), ancaman soal penghapusan status itu telah terdengar selama lebih dari satu dekade usai perkembangan modern di kota asal band legendaris The Beatles itu. Ada kekhawatiran komite Warisan Dunia yang merekomendasikan Liverpool harus kehilangan status dalam laporan UNESCO, pekan lalu. Wali Kota Regional, Steve Rotheram, termasuk di antara mereka yang menyebut pencabutan status Warisan Dunia itu akan menjadi kemunduran.

Status Warisan Dunia yang diberikan UNESCO mengakui sejarah Liverpool sebagai pusat perdagangan utama Kerajaan Inggris, juga karena arsitektur landmark-nya. UNESCO akan mengonfirmasi situs-situs tersebut lewat Daftar Warisan Dunia dalam pertemuan Juli ini.

Sekilas tentang Liverpool

liverpool inggris
©Creative Commons/JimmyGuano

Liverpool adalah kota tepi laut yang telah dikenal melalui distrik komersial bersejarah dan St George's Hall. Daya tarik kota ini terletak pada sejarahnya sebagai pelabuhan global utama pada abad ke-18 dan 19 yang berperan penting dalam pertumbuhan Kerajaan Inggris. Liverpool adalah pusat pergerakan massa, termasuk imigran dari Eropa ke Amerika. Kota ini juga berperan dalam sejarah perdagangan budak transatlantik.

Area Albert Dock di Liverpool punya lebih banyak bangunan yang terdaftar sebagai Grade I daripada di tempat lain di Inggris. Liverpool adalah salah satu dari total 32 Situs Warisan Dunia di Inggris.

2 dari 2 halaman

Protes Para Tokoh Setempat

liverpool inggris
©Pixabay/MarkMurphy

Pada Sabtu, 19 Juni 2021, tokoh-tokoh Liverpool menandatangani surat yang diterbitkan di The Times. Nama-nama seperti mantan politisi Michael Heseltine, dramawan Willy Russell, dan Kepala Eksekutif Klub Sepak Bola Liverpool dan Everton menyebut kota itu dalam keadaan yang jauh lebih baik daripada ketika status warisan budaya dunia UNESCO diberikan. Mereka menyampaikan bahwa sekitar 1,6 miliar poundsterling atau setara Rp32 triliun telah diinvestasikan untuk meningkatkan 157 aset warisan Liverpool.

Surat itu juga menyebut Stadion Everton senilai 500 juta poundsterling atau Rp10 triliun di Bramley-Moore Dock akan membawa jutaan orang ke tepi Mersey. Tempat itu juga memungkinkan mereka belajar tentang sejarah maritim Liverpool dan Inggris.

Rencana pembangunan stadion pada awalnya ditentang ICOMOS, badan warisan yang bertindak atas nama UNESCO, serta Masyarakat Victoria dan Inggris Bersejarah. Pada Maret, Kementerian Perumahan, Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Liverpool mengatakan telah memutuskan untuk tidak campur tangan.

Penandatangan surat itu mendesak anggota Komite Warisan Dunia untuk menunda keputusan apa pun tentang status kota dan, sebagai gantinya, menerima undangan untuk mengunjungi Liverpool di beberapa titik selama 12 bulan ke depan.

"Kami berharap mereka melihat, seperti kami, bahwa Situs Warisan Dunia Liverpool harus ditampilkan sebagai contoh praktik terbaik dalam regenerasi berbasis warisan," begitu bunyi surat tersebut.

Reporter: Putu Elmira
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Baca juga:
Kisah Venesia dan Great Barrier Reef Jadi Situs UNESCO yang Keberadaannya Terancam
Mengenal Tari Saman, Budaya Gayo yang Diakui UNESCO dan Filosofi Mendalam di Baliknya
Daya Hidup Bahasa Asli di Asia Terancam (Punah), Digitalisasi Salah Satu Solusinya
Digitalisasi Aksara Nusantara Tembus Pertemuan "Dekade Bahasa Asli Internasional" PBB
PANDI Bawa Program Digitalisasi Aksara Nusantara di Konferensi UNESCO-Paris

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Travel
  3. Liverpool
  4. UNESCO
  5. Ragam Konten
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini