Takut Naik Pesawat? Ini 9 Trik untuk Mengatasinya

Jumat, 13 Maret 2020 13:13 Reporter : Tantri Setyorini
Takut Naik Pesawat? Ini 9 Trik untuk Mengatasinya Ilustrasi solo travelling. ©2018 Merdeka.com/Pixabay/

Merdeka.com - Meskipun bepergian dengan pesawat terbang merupakan hal yang biasa dilakukan saat ini, kenyataannya masih banyak orang yang takut naik pesawat. Alasannya tentu saja bermacam-macam, antara lain takut pesawat bakal mengalami kecelakaan di udara dan jatuh. Padahal jumlah kasus kecelakaan di udara jauh lebih sedikit daripada kecelakaan di darat.

1 dari 10 halaman

Pilot British Airways, Kapten Steve Allright dan timnya mengadakan kursus dasar-dasar penerbangan untuk membantu orang-orang yang fobia naik pesawat terbang. Para peserta juga diajak untuk melakukan penerbangan singkat ke Bournemouth di akhir kursus.

Kamu juga, masa mau menghindari pesawat terbang cuma karena ketakutan yang tidak beralasan? Lebih baik coba beberapa tips dari British Airways berikut agar Anda tak takut lagi naik pesawat terbang.

2 dari 10 halaman

1. Cari Tahu Cara Kerja Pesawat

Salah satu alasan utama orang takut terbang adalah karena kurangnya pengetahuan tentang bagaimana pesawat bekerja. Tentu dugaan buruk tidak tentu sama yang sebenarnya terjadi.

Tetapi seperti halnya kapal selam bawah air atau mobil di jalan, pesawat dirancang untuk berada di udara. Dalam hal ini, Kapten Allright menjelaskan, "Daya angkat dihasilkan oleh sayap yang bergerak di udara, yang merupakan bagian normal dari fisika."

Sebuah pesawat terbang dengan ketinggian 30.000 kaki dapat meluncur sejauh 100 mil, bahkan jika semua mesinnya rusak.

3 dari 10 halaman

2. Tanamkan Rasa Percaya kepada Pilot

Saat terbang, kendali seutuhnya berada di tangan pilot. Mungkin sedikit sulit untuk memahami bagaimana orang menikmati terbang ketika rasa takut mengambil alih.

Tapi perlu diketahui seorang pilot benar-benar memiliki semangat kuat untuk pekerjaan mereka dan telah melalui proses seleksi yang ketat. Setidaknya program pelatihan dua tahun untuk sampai ke tempat mereka berada.

"Ini adalah profesi yang paling diatur di dunia. Pilot diuji ulang dan dilatih ulang setiap enam bulan selama karier mereka," kata Kapten Allright.

4 dari 10 halaman

3. Pahami Konsep Turbulensi

Turbulensi jadi hal yang tak asing lagi di dunia penerbangan. Mungkin tidak nyaman tapi ini tidak selalu berbahaya. Kapten Allright juga menjelaskan kondisi pesawat yang terbang sudah siap dengan segala kondisi saat turbulensi.

"Semua turbulensi disebabkan oleh alam dan sangat aman karena pesawat ini dibuat untuk tahan terhadap turbulensi yang paling parah sekalipun. Jika Anda memakai sabuk pengaman, Anda benar-benar aman," katanya.

5 dari 10 halaman

4. Kendalikan Pikiran Negatif

Selalu ada saja pikiran negatif soal terbang, apakah sayapnya patah atau mesinnya mati. Tapi apapun pikiran negatifnya, selalu bayangkan akhir yang bahagia di mana Anda turun dari pesawat dengan aman. Mentalitas positif ini akan membantu mengurangi kecemasan dan membuat Anda tetap tenang dalam penerbangan.

6 dari 10 halaman

5. Atur Pernapasan

Saat panik seseorang cenderung bernapas tak tak teratur. Anda perlu memperhatikan pernapasan Anda dan mengendalikannya. Jika Anda merasa cemas saat tengah lepas landas, Anda bisa tarik napas selama empat detik dan buang napas selama empat detik.

Kombinasikan ini dengan gerakan kontraksi otot seperti mengatur posisi duduk yang nyaman dan jangan terlalu tegang. Hal ini berpengaruh pada pengendalian diri Anda saat penerbangan.

7 dari 10 halaman

6. Cobalah Latihan Distraksi

Ada teknik lain yang bisa Anda coba, yaitu dengan mengalihkan otak Anda dari ketakutan Anda. Mengenakan gelang karet di pergelangan tangan Anda dan memutarnya saat ketakutan bisa jadi pengalihan yang akan membuat Anda berhenti cemas berlebihan.

Anda juga bisa menekan dengan kuat kulit di antara ibu jari dan jari telunjuk. Titik tekanan ini terkait dengan kecemasan yang dapat membantu Anda tetap tenang.

8 dari 10 halaman

7. Bicara Dengan Awak Kabin

Awak kabin ada tak hanya untuk menyajikan makanan atau minuman yang Anda inginkan, mereka juga bisa Anda ajak bicara untuk membuat Anda merasa tetap aman dan tenang.

Anda juga bisa beri tahu mereka bahwa Anda mengalami fobia penerbangan. Anda tak perlu takut untuk bertanya jika khawatir tentang apapun yang terjadi. Penting juga untuk diingat meski ada suara bukan berarti suatu hal buruk tengah terjadi.

9 dari 10 halaman

8. Cari Tahu Menangani Claustrophobia

Ruang pesawat yang terbatas bisa memunculkan fobia seperti claustrophobia yaitu ketakutan terhadap terhadap ruangan yang kecil. Semua orang bisa merasakan sesak saat mengalami penerbangan berjam-jam lamanya.

Menghadapi hal ini Anda bisa menggunakan teknik pengalih perhatian dan pernapasan untuk menenangkan saraf, berjalan di sekitar pesawat untuk meregangkan kaki Anda.

10 dari 10 halaman

9. Mulai dengan Tujuan Kecil

Jika sudah siap dengan pikiran-pikiran baru tentang dunia penerbangan, Anda bisa memulai dengan menetapkan ekspektasi-ekspektasi kecil untuk mengatasi fobia perjalanan udara.

Anda bisa bereksperimen mencoba penerbangan jarak pendek dan membayangkan hal baik, seperti lepas landas dengan keadaan selamat. Ketakutan dan fobia memang sulit ditaklukkan, tapi ketekunan jika Anda mau mencoba akan membuahkan hasil yang memuaskan saat Anda berhasil melewatinya.

Reporter: Adhita Diansyavira/Henry
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Baca juga:
Jalan Raya di Qatar Baru Dicat Warna Biru, Kenapa?
Tak Kalah Megah dari Piramida Agung Giza, Mesir Juga Punya Piramida Berwarna Merah
Lengang, Potret Pariwisata Thailand yang Lesu Karena Wabah Corona
Gunung Mihara, Tempat Bunuh Diri di Jepang yang Bahkan Lebih Seram dari Aokigahara
Menengok Taman Labirin Terluas di Dunia dengan Rute Terpanjang Mencapai 9 Kilometer

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pesawat Terbang
  3. Fobia
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini