Startup dari Los Angeles Tawarkan Tisu Bekas Bersin untuk Konsumen yang Ingin Sakit

Senin, 28 Januari 2019 12:12 Reporter : Tantri Setyorini
Startup dari Los Angeles Tawarkan Tisu Bekas Bersin untuk Konsumen yang Ingin Sakit Tisu bekas bersin produksi Vaev. ©2019 Vaev

Merdeka.com - Kebanyakan orang pasti lebih memilih menghindar jika menemukan tisu yang baru dipakai bersin. Bayangkan saja berapa puluh ribu kuman yang berada di sini. Tetapi sebuah startup asal Los Angeles justru meminta orang untuk membayar $79,99 untuk mendapatkan tisu seperti ini.

Dilansir Oddity Central, Vaev, nama perusahaan tersebut mengklaim telah menjual hampir seribu tisu bekas bersin kepada orang-orang yang ingin terserang virus flu. Pendiri Vaev, Oliver Niessen, 34, mengklaim bahwa tisu bekas ini harus dipandang sebagai alternatif dari pengobatan konvensional, karena memungkinkan Anda untuk masuk angin kapan pun Anda inginkan, untuk mengurangi risiko terkena flu yang sama di kemudian hari. Pendek kata ini adalah produk kesehatan 'orang-orang berpikiran terbuka' yang menghargai kemewahan bisa sakit 'dengan cara mereka sendiri'.

Tisu bekas bersin produksi Vaev 2019 Vaev


"Gagasan sederhananya adalah Anda memilih sekarang untuk sakit, dengan tujuan Anda tidak akan sakit dengan flu yang sama... nanti," kata Niessen kepada TIME Magazine.

Sebagai perumpamaan, Niessen mencontohkan orang yang bersiap-siap pergi berlibur dan ingin meminimalkan risiko masuk angin agar tidak mengganggu kesenangan saat berlibur. Nah, untuk itu konsumen bisa menggunakan tisu Vaev yang sudah terkontaminasi virus dan sakit sekarang.

Bagaimana cara Niessen mengumpulkan tisu-tisu bervirus Vaev? Pria ini mengklaim perusahaannya memiliki sekitar sepuluh personel bagian bersin, beberapa di antaranya direkrut secara online. Mereka diminta untuk bersin ke dalam tisu biasa, mengirimnya kembali ke perusahaan, dan kemudian tisu dikemas kembali dalam cawan petri tertutup untuk dikirimkan kepada pelanggan.

Dengan ide bisnisnya yang kelewat nyeleneh, tak sedikit yang mengira Vaev adalah isapan jempol belaka.

"Orang-orang berpikir itu bohongan," katanya kepada TIME. "Ini sungguhan." [tsr]

Topik berita Terkait:
  1. Ide Kreatif
  2. Bisnis
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini