Setiap orang tinggalkan ciuman di nisan penulis kondang ini, kenapa?

Senin, 11 Juli 2016 16:51 Reporter : Tantri Setyorini
Setiap orang tinggalkan ciuman di nisan penulis kondang ini, kenapa? Makam Oscar Wilde di Paris. © Samdebergerac

Merdeka.com - Di Pere Lachaise Cemetery, Paris berdiri sebuah makam megah tempat jasad Oscar Wilde terbaring. Wilde adalah seorang penulis dan pujangga kontroversial pada zamannya. Dia dikenal karena novel The Picture of Dorian Gray yang menampilkan hal-hal tabu pada masa itu.

Makam Wilde sendiri tampak mencolok dengan nisan dari batu berhias patung serupa Sphinx yang terbang mengepakkan sayap. Patung itu dibuat berdasar puisi The Sphinx yang ditulis Wilde semasa hidup.

Namun bukan itu yang menjadikan makam Wilde mencuri perhatian. Anehnya, hampir setiap bagian nisan tersebut dipenuhi cap bibir. Rupanya para penggemar wanita Wilde telah meninggalkan ciuman untuk Wilde. Mereka mengekspresikan kekaguman dan penghormatan terhadap sang penulis dengan bekas lipstik.

Makam Oscar Wilde di Paris Flickr.com/brighton

Makam Oscar Wilde di Paris 2016 Merdeka.com

Selama bertahun-tahun, nisan Wilde telah menerima ribuan ciuman hingga warna batunya perlahan berubah kemerahan. Dilansir Amusing Planet, tradisi unik ini dimulai sejak tahun 1990-an. Pihak yang berwenang sempat mengenakan denda bagi para peziarah yang berani meninggalkan bekas lipstik di nisan Wilde. Pasalnya noda lipstik tersebut semakin sulit dibersihkan dari hari ke hari. Namun peraturan tersebut tak mampu menghentikan ulah para pengunjung iseng.

Makam Oscar Wilde di Paris Amusing Planet/Muselyblog

Makam Oscar Wilde di Paris Flickr.com/andyhay

Pada tahun 2011, pada peringatan kematian Oscar Wilde yang ke-111, pihak berwenang memasang pembatas dari kaca untuk menghalangi para peziarah wanita mencium nisan. Namun sekarang mereka justru meninggalkan cap bibir dan rangkaian bunga di lembaran kaca yang mengelilingi makam. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini