Setia Band akan Sempurnakan Pesta Festival Pesona Bau Nyale 2020

Selasa, 11 Februari 2020 11:17 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Setia Band akan Sempurnakan Pesta Festival Pesona Bau Nyale 2020 Charly Van Houten. kapanlagi.com

Merdeka.com - Rangkaian pesta Festival Pesona Bau Nyale 2020 bertambah spesial dengan aksi Setia Band. Charly Van Houten dkk akan menghibur wisatawan pada Malam Puncak Festival Pesona Bau Nyale 2020, Jumat (14/2) malam. Lokasinya dipusatkan di Pantai Tanjung Aan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Digelar lebih dari sepekan, Malam Puncak Festival Pesona Bau Nyale 2020 akan digelar 14-15 Februari. Penandanya pesta masyarakat Lombok yang turun ke pantai untuk menangkap Nyale atau Cacing Laut. Nyale ini biasanya dijumpai di dalam lubang batu karang di bawah permukaan laut. Dan, rangkaian kemeriahan tersebut semakin lengkap dengan aksi Setia Band.

"Malam Puncak Festival Pesona Bau Nyale 2020 menjadi momentum penting. Sebab, tradisi menangkap Nyale akan dilakukan. Bagaimanapun, tradisi tersebut selalu dinanti setiap tahunnya. Lebih spesial lagi, Malam Puncak juga menghadirkan Setia Band. Mereka memiliki banyak lagu terkenal," ungkap Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Senin (10/2).

Setia Band memang bukan nama asing dalam industri musik tanah air. Band ini resmi berdiri pada 2012 dengan pelopor Charly Van Houten (Vokal) dan Pepeng atau Dedy Sudrajat (Gitar). Mereka merupakan mantan personel grup band beraliran Melayu ST 12 atau Stasiun Timur 12. Setia Band juga memiliki personel lain, yaitu Anton Widiastanto, meski berstatus additional drummer.

Sejak eksis 2012, Setia Band sudah menelorkan beberapa album. Ada Satu Hati (2012) dan Bintang Kehidupan (2017). Satu Hati memiliki 12 lagu dengan andalan Jangan Ngarep. Beberapa lagu hits lainnya, Stasiun Cinta, Asmara, dan Jangan Mau Mau. Jumlah lagu serupa juga dimiliki album Bintang Kehidupan. Pada album ini, Setia Band menyertakan beberapa lagu lama.

Komposisi lagu lama yang direcycle di antaranya Bintang Kehidupan (Nike Ardila) dan Demi Waktu (Ungu). Ada juga Gerimis Mengundang (Slam), Ngumpul-Ngumpul (NFC), hingga Gugur Bunga karya Ismail Marzuki. Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Moh Faozal menerangkan, Setia Band dengan lagu hitsnya membuat pergerakan wisatawan Festival Pesona Bau Nyale lebih kompetitif.

"Setia Band memiliki banyak lagu yang populer di masyarakat. Penggemarnya juga banyak. Kami yakin, komposisi ini akan membuat pergerakan wisatawan di Festival Pesona Bau Nyale 2020 semakin bagus. Mereka bisa bernyanyi dan berjingkrak bersama Setia Band. Meski demikian, yang terpenting, semuanya tetap harus menjaga ketertiban," terang Faozal.

Selain album, Setia Band juga memiliki 13 single. Beberapa single tersebut di antaranya, Asmara 2 (Sakit Hati), Sholat, Istana Bintang, Pengorbanan Cinta, hingga Antara Cinta Kita Berdua. Adapun single hits yang terakhir release Tetap Setia (2019). Konon Tetap Setia jadi karya termahal karena menghabiskan budget miliaran rupiah single dan video klip. Sebab, video klip dibuat di Dubai, Uni Emirat Arab.

Deretan lagu hits karya mereka dijamin bertambah panjang. Sebab, Charly dan Pepeng masih memiliki cadangan 4 album sewaktu masih tergabung di ST 12. Ada Jalan Terbaik (2005), PUSPA (2008), PUSPA Repackage (2009), juga Pangeran Cinta (2010). Beberapa lagu yang populer adalah Cari Pacar Lagi, Saat Terakhir, juga Puspa.

"Setia Band membuat Festival Pesona Bau Nyale 2020 semakin meriah. Karya-karya mereka itu unik dan khas. Sama seperti alam dan budaya destinasi wisata di Lombok. Dengan komposisi menarik seperti ini, wisatawan dijamin akan puas dan terkesan," tutup Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Rizki Handayani. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Kemenpar
  2. Lombok Tengah
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini