Restorasi Rampung, Piramida Djoser Kembali Dibuka untuk Umum

Kamis, 12 Maret 2020 06:03 Reporter : Tantri Setyorini
Restorasi Rampung, Piramida Djoser Kembali Dibuka untuk Umum Pembukaan kembali Piramida Djoser. ©2020 Xinhua/Ahmed Gomaa

Merdeka.com - Piramida Djoser, salah satu peninggalan arkeologi di Mesir resmi dibuka kembali. Setelah restorasi selama 14 tahun rampung, piramida bisa dikunjungi mulai Kamis (5/3/2020) lalu.

Dilansir dari The Independent, Minggu (8/3/2020), piramida bertingkat Djoser terletak di sebelah barat Kairo dekat situs arkeologi Saqqara. Piramida ini dibangun sekitar 4.700 tahun silam.

1 dari 2 halaman

Sekilas tentang Piramida Djoser

Piramida tersebut adalah situs pemakaman Firaun Djoser, salah satu raja dari Dinasti Ketiga Mesir Kuno. Disebutkan, piramida ini dirancang oleh kanselirnya, Imhotep.

Piramida sendiri merupakan konstruksi batu skala besar pertama dalam sejarah serta kompleks penguburan piramida terbesar.

Berukuran 60 meter, piramida terdiri dari enam anak tangga bertumpuk di atas ruang pemakaman. Ruangan tersebut memiliki kedalaman 28 meter dan lebar tujuh meter.

Piramida yang juga situs warisan dunia UNESCO ini sempat terbengkalai selama bertahun-tahun dan berisiko runtuh hingga pemerintah Mesir mengumumkan proyek restorasi pada 2006. Proyek ini menelan biaya hampir 6,6 juta dolar AS atau setara Rp94 miliar.

2 dari 2 halaman

Sempat Tertunda Lantaran Kisruh Politik di 2011

pembukaan kembali piramida djoser

2020 Xinhua/Ahmed Gomaa

Proyek sempat tertunda pada tahun 2011 karena pemberontakan di Mesir yang membuat Presiden Hosni Mubarak digulingkan dari jabatan. Proyek kemudian dilanjutkan pada 2013 dengan hasil diumumkan kepada publik pada Kamis lalu.

"Hari ini kita merayakan penyelesaian proyek menangkal bahaya dan mempertahankan serta memulihkan piramida pertama dan tertua yang tersisa di Mesir," kata Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir, Khaled al-Anani, saat pembukaan.

"Meskipun tentu saja kami sangat bangga bahwa ini adalah warisan Mesir, kami juga tahu betul bahwa dunia dan warisan global sangat ingin kami pertahankannya," kata Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly.

Reporter: Putu Elmira
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Baca juga:
Lengang, Potret Pariwisata Thailand yang Lesu Karena Wabah Corona
Jembatan Gantung Terpanjang di Asia Tenggara Ada di Jawa Barat, Ini 5 Faktanya
Wajah Kotor Pantai Tanah Merah Samboja
Heboh Air Sawah Mendidih di Batu Putih Sumenep Madura, Jadi Tontonan Warga

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini