Phuket, Thailand Bersiap Menerima Wisatawan Asing Mulai 1 Oktober secara Terbatas

Jumat, 28 Agustus 2020 15:03 Reporter : Tantri Setyorini
Phuket, Thailand Bersiap Menerima Wisatawan Asing Mulai 1 Oktober secara Terbatas Pantai Phuket, Thailand. ©Pixabay/qimono

Merdeka.com - Sektor pariwisata di berbagai negara perlahan pulih dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Walaupun begitu, konsep melancong tak lagi sama. Penerapan protokol kesehatan yang ketat menjadi bagian dari norma baru dalam traveling. Hal yang sama bakal diterapkan di Phuket, objek wisata pantai terkenal di Thailand.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha mengizinkan wisman masuk ke Phuket mulai 1 Oktober dalam kondisi terbatas. Hal ini disampaikan dalam pertemuan pertama Pusat Administrasi Situasi Ekonomi yang baru dibentuk. Dilansir dari laman Bangkok Post (25/8/2020), Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand tengah bersiap memperkenalkan rencana Safe and Sealed di enam wilayah. Pada area-area itu penduduk setempat akan mengizinkan wisatawan mancanegara berkunjung dengan karantina 14 hari di daerah terbatas yang sudah ditentukan.

pantai phuket thailand

©Pixabay/qimono

"Tidak perlu datang dengan grup tur," kata Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Phiphat Ratchakitprakarn. "Pelancong individu dapat mengunjungi beberapa provinsi, tapi mereka harus mematuhi aturan penyaringan yang ketat, seperti kelompok lain yang sebelumnya diizinkan. Hotel berbeda di berbagi pantai yang sama dalam radius satu kilometer dapat dikelompokkan sebagai zona tertutup. Rencana ini akan memudahkan wisatawan beraktivitas di pantai," tambahnya.

Usai menyelesaikan karantina selama dua minggu, wisatawan asing dapat bepergian dengan bebas di dalam Phuket. Namun jika ingin bepergian ke luar provinsi, mereka perlu tinggal selama tujuh hari lagi.

Demi meredam ketakutan warga lokal soal kemungkinan paparan virus, semua staf hotel harus tinggal di area tertutup. Jika ingin bepergian ke tempat lain, mereka harus menjalani tes swab dan memasuki karantina 14 hari sebagaimana wisman.

Phiphat menyebut, Menteri Transportasi akan mengunjungi Phuket pada 5-6 September 2020 untuk memeriksa transportasi laut yang menghubungkan tiga provinsi Laut Andaman, yakni Phuket, Krabi, dan Phangnga. Hal ini bertujuan memastikan wisman yang tengah karantina 14 hari tidak dapat bepergian dengan bebas tanpa pengawasan

Kunjungan ini juga akan melibatkan pejabat tinggi lain dari tiga kementerian, yakni Kesehatan Masyarakat, Dalam Negeri, serta Pariwisata dan Olahraga. Mereka ingin mendengar opini publik tentang rencana tersebut.

Dikatakan Phiphat, meskipun badan-badan negara yakin soal pengendalian perjalanan udara dan darat, ada celah dengan transportasi laut. Beberapa wisman sudah menggunakan metode ini untuk menghentikan karantina. Setelah mengunjungi Phuket, lembaga negara akan mengadakan audiensi publik di provinsi potensial lainnya.

Reporter: Putu Elmira
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Travel
  3. Thailand
  4. Ragam Konten
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini