Pemakaman unik, peti mati ditempel di pinggir tebing

Kamis, 10 Oktober 2013 16:33 Reporter : Kun Sila Ananda
Pemakaman unik, peti mati ditempel di pinggir tebing Tradisi pemakanan Sagada. ©gooya.us

Merdeka.com - Ketika berencana mendaki tebing di wilayah Sagada, Filipina, kemungkinan kalian tak hanya akan menemukan pemandangan yang indah tetapi juga beberapa peti mati yang terlihat 'menempel' di pinggir tebing. Jangan kaget, karena hal tersebut adalah tradisi pemakaman yang dimiliki warga lokal Sagada.

Sagada merupakan sebuah wilayah yang terletak 275 kilometer di sebelah utara Manila. Sagada memiliki tradisi memakamkan mayat yang cukup unik, yaitu dengan meletakkan mayat di peti mati dan meninggalkannya di pinggir tebing.

Peti-peti mati tersebut ditopang oleh beberapa batang kayu yang ditancapkan di tebing. Konon, peti mati diletakkan di pinggir tebing karena mereka percaya arwah orang-orang yang mati akan lebih mudah mencapai surga jika ditempatkan di tempat yang tinggi.

Meski begitu, saat ini kebiasaan tersebut sudah memudar dan hanya diterapkan oleh sebagian kecil orang di Sagada. Mereka yang bisa melakukan ritual unik ini juga dibatasi. Hanya yang telah menikah dan memiliki cucu saja yang bisa dimakamkan dengan cara ini.

Di masa lalu, peti mati biasanya dibuat dari kayu yang dilubangi dan diukir sedemikian rupa. Selanjutnya peti kayu itu digantung menggunakan balok. [kun]

Topik berita Terkait:
  1. Tradisi Mistis
  2. Tradisi Unik
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini