[Part 2] 18 Kiat sukses dari konglomerat Inggris lulusan SMA

Minggu, 30 November 2014 00:05 Reporter : Destriyana
[Part 2] 18 Kiat sukses dari konglomerat Inggris lulusan SMA Ilustrasi sukses. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/ sdecoret

Merdeka.com - Siapa yang tak kenal Richard Branson. Konglomerat asal inggris ini dikenal sebagai CEO Virgin Group. Berdasarkan data yang dilansir Forbes, tahun ini Richard menjadi orang terkaya ketujuh di Inggris, dengan perkiraan kekayaan bersih sebesar USD 4,9 miliar (atau sekitar Rp 60 T).

Meski hanya lulus SMA, Richard Branson berhasil mendirikan Virgin pada tahun 1970 - di usia 20 tahun. Dia kemudian menjadi satu-satunya pengusaha yang membangun delapan perusahaan berbeda bernilai miliaran dolar di delapan industri berbeda. Dan semua itu dilakukannya tanpa pernah mengenyam pengetahuan tentang bisnis. Ingin mengikuti jejaknya? Berikut adalah 18 kiat sukses dari konglomerat Inggris lulusan SMA tersebut.

11. Membangun lingkungan kerja yang nyaman

Karyawan harus merasa bebas dan didorong untuk secara terbuka mengekspresikan diri mereka tanpa adanya batasan, sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan mereka dengan lebih baik, yang nantinya akan berdampak baik pada keputusan yang mereka ambil.

"Ini mungkin klise," kata Richard, "Tetapi ANda harus bisa membuat karyawan Anda merasa dilibatkan, termotivasi dan berkomitmen pada pekerjaan mereka."

12. Tidak semua orang cocok menjadi CEO

Seorang manajer harus menjadi seseorang yang dapat memaksimalkan potensi karyawannya. Seseorang yang mampu berkomunikasi dengan baik dengan orang lain dan membantu karyawan belajar dari kesalahan mereka, bukan mengkritik mereka karena itu. Tidak semua orang bisa melakukan hal ini dengan baik. Seorang pendiri perusahaan bahkan belum tentu cocok menjadi CEO. Mungkin saja posisi itu lebih pas bagi orang lain.

13. Mencari pendapat kedua. Carilah yang ketiga.

Richard mengatakan bahwa Anda harus belajar untuk menjadi pendengar yang baik, dan itu berarti setiap ide yang Anda dengar dari orang lain, harus dikumpulkan terlebih dulu. Dan jangan katakan masukan itu pada orang lain, sebelum Anda benar-benar memutuskan untuk menggunakannya.

14. Memutus tali tanpa membakar jembatan

Ketika Anda membangun bisnis dengan orang lain, baik itu teman atau pasangan, itu tidak selalu berhasil. Jika hal itu terjadi, Anda harus tahu kapan untuk berpisah. Hanya karena Anda memutuskan untuk pergi ke arah lain, tidak berarti segalanya harus berakhir buruk, terutama dengan teman, kata Richard. Tangani masalah itu dengan cepat, dan akhiri hubungan itu sedamai mungkin.

15. Angkat telepon Anda

Jangan pernah mengirim teks atau email, ketika Anda harus menelepon seseorang. "Kualitas komunikasi bisnis telah menjadi tidak baik dalam beberapa tahun terakhir, karena sebagian orang menghindari panggilan telepon dan pertemuan tatap muka, saya hanya bisa berasumsi bahwa ini upaya yang salah dalam melakukan efisiensi," kata Richard.

16. Perubahan tidak harus ditakuti, tetapi harus dihadapi

Sebuah perusahaan tidak akan sukses selamanya. Seorang pengusaha harus siap untuk beradaptasi, dan harus berpikir maju. Jangan malah terjebak dalam nostalgia kejayaan masa lampau.

"Kadang-kadang, Anda harus mengambil arah yang baru karena keadaan dan peluang telah berubah," kata Richard.

Jika hal itu terjadi, dia menyarankan bahwa Anda harus mencari cara untuk menginspirasi seluruh karyawan untuk berpikir seperti seorang entrepreneur. Semakin banyak tanggung jawab yang Anda berikan pada karyawan, semakin besar keinginan mereka untuk tampil.

17. Ketika membuat kesalahan, bangkit kembali, jangan malah jatuh

Keputusan Anda tidak akan selalu menjadi keputusan terbaik. Semua orang membuat kesalahan, tetapi hal terbaik yang dapat Anda lakukan dalam menghadapi kesalahan itu adalah mencoba untuk memperbaikinya. Ketika Anda melakukan kesalahan, jangan biarkan hal itu menjatuhkan motivasi Anda. Pelajari masalah itu dan cobalah untuk segera memperbaikinya.

18. Menjadi leadar, bukan bos

Richard melihat gambaran klasik tentang "bos" sebagai anakronisme. Menjadi suka memerintah bukanlah sifat yang diperlukan ketika Anda menjadi seorang manajer, katanya. Menurut Richard, bos hanya bisa memerintah, sementara leader mengorganisir.

Temukan inspirasi yang mendalam dari kata-kata Richard Branson yang bahkan tidak lulus kuliah, namun pengetahuan bisnisnya lebih dalam dari mahasiswa jurusan bisnis. [des]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini