[Part 1] 9 Buku favorit Steve Jobs yang patut dibaca

Senin, 1 Desember 2014 11:20 Reporter : Destriyana
[Part 1] 9 Buku favorit Steve Jobs yang patut dibaca Steve Jobs. ©2014 Merdeka.com/abcnews.go.com

Merdeka.com - Siapa tak kenal Steve Jobs. Dia adalah pendiri, ketua, dan sekaligus CEO dari Apple Inc. Pria bernama lengkap Steven Paul Jobs ini dikenal dengan pemikirannya yang nyentrik.

Dengan menggabungkan teknologi dan seni liberal, Jobs mengatakan bahwa Apple mampu membuat produk yang sangat canggih dari sudut pandang teknologi, tetapi juga membuatnya menjadi intuitif, mudah digunakan, fun-to-use, sehingga mereka benar-benar sesuai dengan pengguna.

Jobs memiliki perspektif itu setelah membaca berbagai buku, seperti diulas dalam biografinya yang ditulis oleh Walter Isaacson. Dan kami telah mengumpulkan daftar buku-buku yang paling berpengaruh pada cara pandang pendiri Apple ini. Mari kita simak bersama!

1 dari 5 halaman

King Lear oleh William Shakespeare

Steve Jobs. ©2014 Merdeka.com

Jobs mulai mendalami sastra pada dua tahun terakhir di SMA.

"Saya mulai mendengarkan banyak musik," katanya kepada Isaacson, "dan saya mulai lebih banyak membaca di luar ilmu pengetahuan dan teknologi. Shakespeare, Plato aku mencintai King Lear."

King Lear menawarkan gambaran jelas tentang kehancuran yang disebabkan karena sang raja kehilangan pegangannya pada kerajaannya. Kisah itu mungkin telah memberi peringatan keras terhadap Jobs muda untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

 /></p>
    <div class=2 dari 5 halaman

Moby Dick oleh Herman Melville

Steve Jobs. ©2012 Merdeka.com

Cerita epik lain yang menginspirasi kehidupan Jobs adalah novel Moby Dick novel dari Herman Melville.

Isaacson telah menarik hubungan erat antara Kapten Ahab dan Jobs. Kapten Ahab adalah salah satu karakter yang paling menonjol dalam novel tersebut. Ahab, seperti Jobs, belajar banyak dari pengalaman langsung, bukan mengandalkan teori.

 /></p>
    <div class=3 dari 5 halaman

Kumpulan puisi dari Dylan Thomas

steve jobs. © Iphoneipadipod.com

Di akhir masa SMA-nya, Jobs mulai mendalami sastra. Salah satu penyair kesukaannya adalah Dylan Thomas. Sama seperti Jobs, puisi Dylan menggambarkan karakternya yang menarik dan mencolok dengan bentuk-bentuk baru. Dia juga tidak ragu untuk memberi sentuhan yang akurat pada karyanya.

"Do not go gentle" adalah salah satu puisi yang disukai oleh Jobs. Berikut adalah isi dari puisi tersebut:

Do not go gentle into that good night,
Old age should burn and rave at close of day;
Rage, rage against the dying of the light.

Though wise men at their end know dark is right,
Because their words had forked no lightning they
Do not go gentle into that good night.

Puisi di atas memiliki makna bahwa kita tidak boleh bersikap pasrah ketika menyongsong akhir kehidupan. Ketika kita sudah mencapai usia tua, kita harus tetap semangat.

 /></p>
    <div class=4 dari 5 halaman

Be Here Now oleh Ram Dass

Steve Jobs. ©2014 Merdeka.com/abcnews.go.com

Pada akhir tahun 1972, Jobs baru saja mengenyam pendidikan di Reed College, sebuah sekolah seni liberal elit di Portland, Oregon. Di sana, dia mulai membaca banyak buku tentang spiritualitas. Be Here Now sendiri merupakan sebuah panduan untuk meditasi yang dibuat oleh Ram Dass. Buku ini rupanya sangat mempengaruhi Jobs.

Buku ini menceritakan tentang kisah pertemuan Ram Dass dengan metafisika Asia Selatan. Dalam buku ini, Ram menggambarkan keinginannya untuk berbagi tentang apa yang telah dia pelajari kepada orang-orang yang melalui jalan yang sama dengannya. Setelah membaca buku ini, Jobs mengaku bahwa itu telah mengubah dunianya dan banyak temannya.

 /></p>
    <div class=5 dari 5 halaman

Diet for a Small Planet oleh Frances Moore Lappe

Ilustrasi steve jobs. ©2013 Merdeka.com/www.digitaltrends.com

Pada tahun pertamanya di Reed, Jobs juga membaca Diet for a Small Planet, sebuah buku tentang vegetarian kaya protein yang terjual sebanyak 3 juta kopi.

"Saat itulah saya memutuskan untuk berhenti makan daging," kata Jobs kepada Isaacson.

Buku ini memiliki efek lain pada Jobs, memberinya keinginan untuk bereksperimen dengan diet seperti puasa.

 /><br /><br />Inilah lima dari sembilan buku yang berdampak besar pada kehidupan seorang pendiri Apple. Apakah Anda juga ingin membacanya? Jangan lupa untuk membaca ulasan berikutnya di artikel selanjutnya ya! <strong>[des]</strong></p><p class=Baca juga:
Ini efek psikologis warna untuk kesuksesan marketing

Topik berita Terkait:
  1. Pengembangan Karir
  2. Tips Karir
  3. Top List
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Konflik Iran-AS