Niatnya dipugar, tapi situs bersejarah Spanyol ini malah 'rusak'

Kamis, 24 Maret 2016 15:53 Reporter : Tantri Setyorini
Niatnya dipugar, tapi situs bersejarah Spanyol ini malah 'rusak' Castillo de Matrera. © Twitter.com/gabiangeleti

Merdeka.com - Castillo de Matrera atau Kastil Matrera adalah situs bersejarah yang jadi kebanggaan Spanyol selama lebih dari satu milenium. Meskipun kondisinya kian mengkhawatirkan dari tahun ke tahun, benteng peninggalan abad pertengahan itu menjadi salah satu ikon di selatan Spanyol.

Tampaknya benteng ini masih bertahan beberapa puluh tahun lagi. Namun ketika salah satu menara Castillo de Matrera roboh tiga tahun lalu, restorasi terhadap bangunan bernilai sejarah tersebut harus segera dilakukan.

Carlos Quevedo Rojas, seorang arsitek bersama timnya ditunjuk untuk menjalankan proyek restorasi tersebut. Tujuan awalnya adalah mengembalikan Castillo de Matrera ke bentuk dan dimensi aslinya. Namun setelah proyek berjalan justru cacian dan komentar negatif yang didapat. Pasalnya, Rojas dan tim menambahkan lapisan semen untuk menyangga tembok-tembok bata Castillo de Matrera yang sudah rapuh. Alih-alih reruntuhan benteng dari abad 9, kini Castillo de Matrera justru tampak seperti gedung modern yang tengah direnovasi.

Castillo de Matrera dulu. © Alamy

Castillo de Matrera setelah pemugaran. © ASSOCIATED PRESS

Dilansir The Huffington Post, sejumlah pihak langsung menyesalkan wajah baru Castillo de Matrera. Hispania Nostra, kelompok warisan budaya Spanyol menyebut pekerjaan Rojas dan tim sebagai 'bencana' dan 'benar-benar menyedihkan'. Bagi mereka, restorasi yang dilakukan Rojas justru 'membantai' warisan Spanyol.

Hal serupa disampaikan oleh salah satu warga lokal. "Mereka membawa pembangun, bukannya pemugar, dan seperti yang kami semua katakan di sini, mereka sudah mengacaukannya," tuturnya kepada The Sexta.

Castillo de Matrera dulu. © www.bodegasrivero.com

Castillo de Matrera setelah pemugaran.© cadizenmoto.com

Carlos Quevedo Rojas sendiri mengajukan pembelaan atas kritik yang diajukan kepadanya. Menurutnya ini cuma masalah kebiasaan dalam memandang Castillo de Matrera. Sementara poin paling penting dari upaya restorasi ini adalah mempertahankan struktur sejarah dan integritas arsitektur benteng tersebut.

"Anda tidak bisa membuat struktur [yang baru] memiliki penampilan yang sama seperti aslinya. Anda tidak bisa memalsukan penampilannya. Memang harus diperjelas bagian mana yang baru dan yang lama," katanya kepada The New York Times.

Walaupun begitu, tak sedikit pula yang membela langkah Rojas. Menurut kamu sendiri bagaimana? Apakah Castillo de Matrera terlihat lebih baik saat sebelum dipugar atau justru sebaliknya? [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini