Ngobrolin Jamu hingga Kuliner, IDEAFEST 2020 Beri Inspirasi Berkreasi Selama Pandemi

Senin, 16 November 2020 08:51 Reporter : Wuri
Ngobrolin Jamu hingga Kuliner, IDEAFEST 2020 Beri Inspirasi Berkreasi Selama Pandemi Ngobrolin Jamu hingga Kuliner, IDEAFEST 2020 Beri Inspirasi Berkreasi Selama Pandemi. ©IDEAFEST

Merdeka.com - IDEAFEST 2020 hari kedua nggak kalah inspiratif. Digelar pada Sabtu (14/11/2020), acara virtual persembahan Samara Live ini menghadirkan sederet obrolan inspiratif yang semakin membuka wawasan generasi masa kini. Berbagai sesi IdeaTalks bersama para sosok ternama yang membagikan opini, pandangan, serta idenya terkait isu terkini menjadi obrolan yang menarik buat diikuti. Simak beberapa highlight-nya, yuk!

The Jamu Remedy: Exploring Indonesia's Local Wisdom as a Source of Natural Medicine

ngobrolin jamu hingga kuliner ideafest 2020 beri inspirasi berkreasi selama pandemi
©IDEAFEST

Bicara soal jamu mungkin jadi minuman yang sudah nggak asing lagi buat masyarakat Indonesia. Minuman tradisional yang satu ini dikenal baik buat meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa jamu bahkan banyak dicari selama pandemi. Kali ini, Group CFO PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBK, Leonard, membagikan cerita uniknya terkait industri jamu yang jadi warisan bangsa.

Jadi salah satu perusahaan herbal terdepan, ternyata Sido Muncul mengalami perjalanan panjang sejak puluhan tahun lalu. Jamu Tolak Angin sendiri pertama kali dibuat oleh Ibu Rama Sulistyo di tahun 1940. Saat itu produk Tolak Angin masih berupa jamu godokan, yaitu jamu berupa rempah-rempah yang harus diolah dengan cara direbus dulu, kemudian air rebusannya diminum.

Sido Muncul kemudian mengalami perkembangan yang luar biasa sebagai salah satu industri jamu terdepan di tanah air. Inovasi yang dihadirkan oleh Sido Muncul jadi salah satu hal yang mempengaruhi. Kalau dulu jamu lebih dikenal diminum orang tua, rasanya pahit, harus diaduk dan diminum, Sido Muncul menjadi jamu pertama yang hadir dalam kemasan praktis dan rasanya juga enak.

Di momen pandemi di mana bisnis banyak yang berjatuhan, Sido Muncul tetap bertahan karena adanya pergeseran perilaku konsumen.

"Kita melihat ada tren switching customer behavior. Konsumen sekarang lebih suka yang sifatnya alami atau herbal karena tidak ada side effect untuk tubuh. Produk herbal atau kesehatan biasanya punya customer yang lebih loyal. Selain itu, perusahaan juga sering melakukan riset dan memastikan produk Sido Muncul bisa ditemukan customer dengan mudah," jelas Leonard.

Learning from Pandemic: Preparing Financial Readiness During Pandemic

ngobrolin jamu hingga kuliner ideafest 2020 beri inspirasi berkreasi selama pandemi
©IDEAFEST

Pembahasan yang nggak kalah menarik juga hadir di sesi IdeaTalks bersama Wahyudi Darmawan (Executive VP of Mass Funding Division Bank BRI) dan Cath Halim (Co-founder KISAKU). Finansial jadi salah satu tema yang nggak pernah ada habisnya dibahas selama pandemi berlangsung. Pertanyaan yang jadi PR kebanyakan orang adalah seperti apa sih mempersiapkan finansial yang siap menghadapi pandemi?

Wahyudi Darmawan mengungkapkan bahwa hal yang perlu dilakukan adalah perencanaan keuangan yang tepat. Antisipasi yang paling utama adalah wajib punya dana darurat.

“Antisipasi dari pandemi yang paling utama adalah dana darurat. Kalau penghasilan tetap kita bisa mengatur lagi alokasinya. Yang sifatnya non kebutuhan bisa dipindahkan ke dana darurat. Tapi kalau terjadi pengurangan penghasilan, mau nggak mau harus efisiensi dulu. Kalau sampai benar-benar kehilangan pekerjaan, karena sudah ada dana darurat ya kita bisa pakai buat menyambung hidup,” ungkap Wahyudi.

Dana darurat nggak hanya dibutuhkan buat mengatur keuangan personal. Sebagai seorang entrepreneur, Cath Halim juga mengakui jika kebutuhan dana darurat penting untuk bisnis.

“Kita nggak tahu bisnis kapan susah, kapan akan bagus. Sebagai entrepreneur itu harus selalu punya rasa pesimisme supaya siap menghadapi worst scenario. Jadi financial discipline itu penting banget supaya punya dana darurat. Selain itu financial knowledge itu juga penting. Jadi pelajari produk-produk yang ada di bank karena banyak yang bisa membantu untuk lebih disiplin. Kalau aku, dana darurat itu 40% karena bisnis itu bukan termasuk fixed income,” jelas Cath.

Will Travel for Food: A Journey to Indonesian Culinary

ngobrolin jamu hingga kuliner ideafest 2020 beri inspirasi berkreasi selama pandemi
©IDEAFEST

Pecinta kuliner pasti nggak ingin melewatkan sesi yang satu ini. Ya, Indonesia memang dikenal dengan kekayaan kulinernya yang luar biasa. Setiap daerah punya ciri khas kulinernya tersendiri. Makanya nggak heran jika ada orang yang rela traveling hanya demi wisata kuliner.

Menghadirkan Neil El Himam (Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf RI), Vita Datau (Initiator, Founder, and Chair Indonesia Gastronomy Network), serta Ragil Imam Wibowo (Chef & Food Enthusiast), sesi ini membawa obrolan yang seru banget!

Sesi ini mengungkapkan kalau makanan Indonesia punya potensi jadi sumber devisa negara selain migas. Namun, perlu dilakukan branding yang tepat dan narasi yang bisa menggambarkan kekayaan kuliner Indonesia adalah food culture.

“Kalau bicara trennya di dunia, kan selalu percaya kalau datang ke suatu daerah harus go local. Jadi local wisdom-nya adalah kekuatan. Nah, Indonesia ini biodiversity-nya kan besar banget. Ini bisa jadi keunggulan untuk digali. Kita mau bangun narasi, bangunlah food culture. Nanti dari situ turunannya banyak. Kita bikin storytelling-nya yang tepat supaya orang-orang tertarik dan mau datang ke sana,” jelas Vita dalam sesi tersebut.

Untuk branding kuliner, diperlukan juga kebanggaan dari warga lokal tentang kulinernya. Chef Ragil mencontohkan Padang sebagai daerah yang punya kecintaan terhadap makanannya dengan sangat tinggi. Mereka storytelling-nya sangat bagus karena beda daerah punya kuliner yang beda.

Itu tadi beberapa sesi IdeaTalks inspiratif yang hadir dalam IDEAFEST 2020 hari kedua. Festival keratif IDEAFEST sendiri merupakan agenda tahunan dari Samara Live yang telah berlangsung selama sembilan tahun secara konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tanah air.

Tahun ini sebagai respons menghadapi pandemi, IDEAFEST 2020 digelar secara virtual di www.ideafest.id dengan mengusung tema Restart. Tema besar ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memulai dan kembali membangun ekonomi. Gelaran ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang didukung oleh BoldXperience, Bank BRI, Blibli, Samsung, Ichi Ocha, Chiki, Sido Muncul, Unilever, Sari Husada. [wri]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Advertorial

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini