6 Situs bernilai sejarah yang menampilkan erotisme

Senin, 26 Mei 2014 01:02 Reporter : Tantri Setyorini
6 Situs bernilai sejarah yang menampilkan erotisme Candi Khajuraho, India. ©2014 Merdeka.com/Planetden

Merdeka.com - Tahukah Anda, kalau ternyata kesenian yang bertema erotisme dan sensualitas ternyata sudah ada sejak zaman kuno? Bahkan lukisan berusia ribuan tahun yang ditemukan pada salah satu dinding gua zaman prasejarah pun menunjukkan gambar organ intim wanita, menandakan kalau sejak dulu pun leluhur kita sudah mengenal konsep seks.

Zaman sekarang seks dianggap sebagai sesuatu yang tabu, sehingga segala hal yang berkaitan dengannya, termasuk kesenian bertema seks dianggap sebagai erotisme. Padahal zaman dulu seks dipandang sebagai bentuk hubungan yang sakral antara manusia, sampai-sampai pada bangunan yang dijadikan tempat peribadatan pun bisa ditemui relief-relief yang menggambarkan penghormatan terhadap hubungan fisik. Dan karya seni seperti ini ternyata tersebar di berbagai situs sejarah yang terdapat di berbagai belahan dunia.

Penasaran? Berikut ini kami sajikan untuk Anda situs-situs sejarah yang menampilkan berbagai bentuk karya seni bernuansa erotis.

1 dari 6 halaman

Reruntuhan kota Pompeii dan Herculaneum, Italia

Reruntuhan Kota Pompeii, Italia. ?2014 Merdeka.com/Italylogue

Mungkin Anda sudah mengetahui perihal kota Pompeii dari film kolosal dengan judul sama yang dibintangi oleh Emily Browning dan Kiefer Shuterland. Pompeii dan Herculaneum adalah reruntuhan kota Romawi kuno di pesisir Naples yang hancur dalam semalam karena terjangan lahar Gunung Vesuvius 2.000 tahun lalu.

rwerw5rs

Photo by Stephendanko.com

Reruntuhan kota yang dulunya merupakan daerah pemukiman para bangsawan dan pesohor Romawi itu sempat terkubur selama 1.500 tahun. Ketika dilakukan penggalian, tak hanya puing-puing bangunan dan jenazah penduduk yang membatu, para arkeolog juga menemukan berbagai artefak 'erotis' di sana. Dilaporkan Wikipedia beberapa di antaranya berupa lonceng berbentuk kelamin pria yang biasa diletakkan di tempat-tempat pemujaan, lukisan dinding Merkurius dengan kelamin menonjol, patung dewa Pan yang sedang berhubungan seksual dengan binatang, serta lukisan-lukisan dinding bergambar pria dan wanita yang sedang melakukan hubungan seksual di reruntuhan bangunan yang diperkirakan dulunya adalah lupanare atau rumah bordil.

Topik pilihan: Wisata Kuliner | Situs Sejarah | Wanita merdeka

2 dari 6 halaman

Kompleks Candi Khajuraho, India

Candi Khajuraho, India. ?2014 Merdeka.com/Planetden

Candi-candi di Khajuraho merupakan kompleks candi Hindu dan Jain yang terletak di daerah Khajuraho, Madhya Pradesh, Distrik Chhatarpur, India. Kompleks candi ini merupakan salah satu daya tarik wisata sejarah di India dan sudah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

rqwreqw

Photo by Tripadvisor India

Selain sebagai tempat peribadatan umat Hindu, candi-candi di Khajuraho juga sangat terkenal karena relief dan arca-arca erotis di dalamnya. Sekitar 10 persen relief yang terpahat di bagian luar candi menggambarkan manusia yang sedang berhubungan seksual dalam berbagai posisi. Karena relief-relief tersebut, candi ini juga dikenal dengan nama kuil Kamasutra, meskipun tidak ditemukan bukti kalau buku seni erotisme yang dikarang Vatsyayana tersebut berkaitan dengan candi ini.

r7y6456

Photo by Shutterstock/ Przemyslaw Skibinski

Topik pilihan: Wisata Kuliner | Situs Sejarah | Wanita merdeka

3 dari 6 halaman

Candi Sukuh, Indonesia

Candi sukuh. ?2014 Merdeka.com/Flickr via Fotopedia

Candi Sukuh adalah salah satu kompleks candi peninggalan masa Hindu-Buddha yang terletak di kaki Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini didirikan pada tahun 1437 oleh masyarakat Hindu Tantrayana. Arsitektur candi ini cukup unik karena tidak mirip dengan gaya candi Hindu di daerah-daerah lain di Indonesia. Bangunan utama di kompleks candi ini memiliki struktur serupa punden berundak, m‏irip dengan piramida Maya dan Inca.

ewqrqwqrqw

Photo by Best Travel Pictures

twetwe

Photo by Merdeka.com/ISN

Selain arsitekturnya yang berbeda, candi ini juga dikenal karena patung dan reliefnya yang bernuansa erotis. Di situs ini terdapat patung-patung yang menonjolkan simbol alat-alat kelamin manusia secara eksplisit, sampai-sampai Candi Sukuh mendapat julukan candi saru (tabu) oleh sebagian masyarakat. Ada juga relief yang menggambarkan pertemuan antara alat kelamin pria dan wanita. Patung dan relief ini mewakili konsep lingga-yoni, pensakralan hubungan fisik antara pria dan wanita. Dalam kebudayaan Hindu kuno, hubungan seksual bukanlah sesuatu yang dianggap tabu. Tetapi dianggap sebagai penyatuan sakral yang menjadi jalan untuk kelahiran manusia baru.

Topik pilihan: Wisata Kuliner | Situs Sejarah | Wanita merdeka

4 dari 6 halaman

Kuil Mara Kannon, Jepang

Kuil Mara Kannon, Jepang. ?2014 Merdeka.com/ojisanjake.blogspot.com

Kuil 'aneh' ini terletak di Tawarayama, Kawaguchi, Jepang. Disebut aneh karena di kuil ini dan area hutan di sekitarnya terdapat banyak sekali patung berbentuk kelamin pria. Ada yang dipahat dari batu, kayu, dan besi. Bahkan ada yang setinggi lima kaki, nyaris seukuran manusia.

twt3wt

rqwrqw

Photo by OJISANJAKE

Peletakan puluhan patung kelamin di kuil ini bermula dari sebuah legenda yang terjadi pada zaman samurai dan daimyo di abad 16, di mana terdapat dua klan yang berseteru, yaitu klan Ochi dan Sue. Anggota keluarga Ochi yang mengalami kekalahan dihukum mati oleh pihak Sue. Untuk menyelamatkan diri, putera bungsu dari keluarga itu menyembunyikan diri di kuil dan menyamar menjadi anak perempuan. Tetapi kemudian ia tertangkap dan dihukum mati pula. Tak hanya kepalanya yang dipenggal, kemaluannya pun dipotong.

Kemudian untuk menenangkan arwah si pemuda, penduduk setempat mempersembahkan doa dan patung-patung kelamin yang mereka buat sendiri. Tradisi mempersembahkan patung kelamin ini masih berlanjut hingga berabad-abad kemudian, sampai jumlah patung kelamin di kuil tersebut jadi membludak.

Topik pilihan: Wisata Kuliner | Situs Sejarah | Wanita merdeka

5 dari 6 halaman

Candi Penataran, Indonesia

Candi Penataran. ?2014 Merdeka.com/Wikimedia Commons/ESCapade

Candi Penataran atau Candi Panataran adalah kompleks bangunan candi Hindu yang terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi yang memiliki nama asli Candi Palah ini dulunya merupakan tempat pemujaan bagi pemeluk Hindu Siwa. Menurut Wikipedia candi ini disebut-sebut sebagai candi termegah di Jawa Timur.

eq34e3q

Photo by Wikimedia Commons/ESCapade

Candi Penataran memiliki keunikan tersendiri dari segi relief. Tak seperti candi-candi Hindu lainnya, relief manusia di situs ini digambarkan dengan sosok seperti wayang kulit, mirip dengan Candi Sukuh. Sama dengan Candi Sukuh, di sini juga ditemui relief yang bernuansa erotis. Meskipun tidak sebanyak relief erotis di Candi Sukuh, relief di sini menggambarkan sensualitas yang lebih eksplisit, yaitu hubungan seksual antara sepasang pria dan wanita.

Topik pilihan: Wisata Kuliner | Situs Sejarah | Wanita merdeka

6 dari 6 halaman

Reruntuhan Kuil Dionysus, Yunani

Kuil Dionysus, Delos, Yunani. ?2014 Merdeka.com/Wikimedia Commons/Zde

Pulau Delos yang terletak di dekat Mykonos, Kepulauan Cyclades adalah salah satu situs sejarah penting di Yunani. Tempat ini sangat erat kaitannya dengan kisah seputar kelahiran Apollo dan Artemis, dewa kembar dalam mitologi Yunani. Selain itu tempat ini juga menjadi area pemujaan bagi Dionysus, sang dewa anggur, kesenangan, dan kehidupan alam liar.

twe5345

Photo by Wikimedia Commons/ PhattyFatt

rewr4w5r4

Photo by Wikimedia Commons/ Gradiva
Selain anggur, salah satu simbol yang melambangkan Dionysus adalah kelamin pria, menunjukkan maskulinitas dan supremasi sang dewa. Karena itulah pahatan berbentuk kelamin pria bisa ditemukan dengan mudah di situs kuil pemujaan untuk Dionysus yang ada di Delos. Salah satunya patung kelamin berukuran besar yang ada di stoivadeion, semacam monumen yang dipersembahkan untuk sang dewa.

Itulah 6 situs sejarah yang ternyata menyimpan karya seni bernuansa erotis. [tsr]

Baca juga:

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini