Kulit Lebih Sensitif dan Memburuk Sejak Pandemi? Menurut Pakar Kulit, Ini Sebabnya

Senin, 22 Februari 2021 21:08 Reporter : Tantri Setyorini
Kulit Lebih Sensitif dan Memburuk Sejak Pandemi? Menurut Pakar Kulit, Ini Sebabnya Ilustrasi kulit bermasalah. ©Shutterstock

Merdeka.com - Menurut dr. Arini Astasari Widodo, SpKK, seorang skin expert, ada yang namanya sensitive skin dan sensitized skin. Jenis yang pertama adalah kulit yang sensitif sejak lahir. Sementara sensitized skin adalah kulit yang berubah menjadi sensitif akibat faktor-faktor eksternal. Misalnya karena terpapar alergen dari makanan, tekstil, produk kecantikan, atau parfum pada deterjen.

Melalui acara launching produk make p:rem yang bertajuk Discover The Global Standard for Clean Beauty, dr. Arini mengatakan kalau kulit menjadi lebih sensitif merupakan masalah kecantikan yang cukup sering dijumpai sejak pandemi berlangsung.

Apa saja yang menjadi penyebabnya? Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Stres Bikin Kulit Lebih Sensitif

Penyebab utama kulit bermasalah sampai kesehatan yang memburuk selama pandemi adalah stres. Menurut dr. Arini, neuron (saraf) terhubung dengan seluruh bagian tubuh, termasuk kulit. Ketika si pemilik tubuh stres, tak mengherankan jika kulitnya ikut bermasalah.

Baca Selanjutnya: 2 Kurang Hidrasi Menjadikan Kulit...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini