Kucing Terus Ambil Makanan dengan Cakarnya? Ulik Beragam Alasannya

Kamis, 13 Mei 2021 13:00 Reporter : Iwan Tantomi
Kucing Terus Ambil Makanan dengan Cakarnya? Ulik Beragam Alasannya ©shutterstock

Merdeka.com - Jam makan jadi momen yang paling ditunggu, bukan hanya oleh hewan peliharaan tapi juga pemilik kucing menyuguhkan pemandangan yang imut. Mendadak anabulmu melakukan hal yang tak biasa.

Biasanya membungkuk dan mengambil makanan dengan mulutnya, kini kucingmu memakan cat food dengan cakarnya langsung dari mangkuk. Bisa jadi perubahan kebiasaan ini dipicu beberapa alasan, seperti berikut.

Food Bowl Terlalu Dalam atau Kecil

muezza baru
©shutterstock

Jangan menyamakan ukuran mangkuk makan untuk semua jenis kucing. Ada beberapa kucing yang terpaksa memasukkan sebagian besar kepalanya ke dalam food bowl untuk mengambil makanan. Hal ini membuatnya merasa lebih praktis untuk menjangkau menggunakan cakarnya, seperti sedang memakai sendok.

Lokasi Mangkuk

muezza baru
©shutterstock

Kucing tidak suka kejutan dan lebih waspada saat sedang makan atau tidur. Sayangnya, kebanyakan pemilik anabul justru meletakkan mangkuk makannya di sudut tersembunyi agar lebih mudah dibersihkan.

Tapi kucing sulit mempertahankan kewaspadaannya dan mencari cara lain untuk makan. Salah satunya dengan memanfaatkan cakarnya, sehingga mata dan telinganya tetap bisa mengawasi lingkungan sekitarnya saat makan.

Sensitivitas Tinggi

muezza baru
©shutterstock

Kucing menggunakan kumisnya untuk merasakan gerakan atau getaran di sekitarnya. Jika anabulmu memiliki kumis yang panjang, biasanya akan bergesekan dengan tepian mangkuk dan membuatnya merasa tidak nyaman. Alasan ini mendorongnya menggunakan kaki depannya untuk makan.

Naluri Berburu

muezza baru
©shutterstock

Berstatus kucing rumahan, membuatnya sama sekali tidak dapat berburu mangsa. Terdorong oleh naluri alami, bisa jadi ini alasan anabulmu mulai menyodok atau bermain dengan makanannya menggunakan cakarnya, seolah-olah sedang menusuk tikus dan kemudian memakannya. Perilaku ini bisa dilihat pada kucing yang lebih muda yang belum punya pengalaman berburu sebelumnya.

Ingin Merasakan Teksturnya

Cakar kucing sangat sensitif dan fleksibel, mirip dengan fungsi tangan manusia. Seperti menggunakan tangan untuk merasakan tekstur dan suhu, begitu pula anabul. Hewan peliharaanmu mungkin menggunakan cakarnya untuk mengaduk dan merasakan suhu makanan di dalam mangkuknya, terutama pada jenis makanan baru.

Kucing pada dasarnya adalah hewan yang memiliki rasa ingin tahu. Terkadang anabul meluangkan waktu untuk mengevaluasi situasi dan membaca lingkungan sekitarnya sebelum mulai makan. Tapi sebaiknya lakukan penyesuaian, karena cakarnya bisa jadi mudah kotor dan bau. Coba ganti makanannya dengan dry food seperti Muezza.

muezza baru
©muezza

Teksturnya cocok untuk lidah kucing, begitu juga citarasanya yang terbuat dari bahan-bahan alami sehingga meningkatkan selera makannya. Bebas bahan tambahan sintetik dan melibatkan teknologi modern dalam pembuatannya, brand makanan kucing kering ini bantu jaga anabulmu tetap sehat dan aktif.

Selain kaya nutrisi, Muezza pun sudah tersertifikasi halal dari The Central Islamic Committee of Thailand. Kini, tak perlu ragu terkena air liur kucing karena cat food sudah terjamin halal. Begitu juga saat membersihkan food bowl, menyimpan bersama bahan makanan lain, atau mencuci di tempat cuci piring. Tersedia dalam 4 pilihan rasa seperti Salmon Flavor, Mackerel Flavor, Ocean Fish Flavor, dan Tuna Flavor yang jadi produk terlaris, dapatkan Muezza secara online di Shopee dan Tokopedia. [eth]

Beli Muezza di Shopee Beli Muezza di Tokopedia [tmi]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Makanan Kucing
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini