Kisah penggemar Koes Plus, dari harga 5 ribu hingga 200 ribu

Selasa, 27 Oktober 2015 11:53 Reporter : Dian Rosadi
Kisah penggemar Koes Plus, dari harga 5 ribu hingga 200 ribu Wawan Ruswan dan koleksi Koes Plus miliknya. ©2015 Merdeka.com/ Dian Rosadi

Merdeka.com - Ketenaran grup musik Koes Plus memang tidak dapat diragukan lagi. Band yang melejit era tahun 1970-an ini memiliki penggemar hampir di setiap pelosok tanah air.

Wawan Ruswan adalah satu dari sekian banyak penggemar Koes Plus di tanah air. Ia memiliki banyak cerita soal kegemarannya terhadap grup musik ini. Salah satunya yaitu, hobi mendengarkan tembang lawas Koes Plus. Hobi itu muncul sebab orangtuanya sering memutar lagu Koes Plus ketika ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

"Sejak saya SD tahun 1977 orang tua saya sering memutar lagu-lagu Koes Plus. Karena sering mendengarkan lagu-lagu Koes Plus lama-lama saya jadi senang mendengarkannya," ujar pria yang juga Ketua Umun sekaligus pendiri Jiwa Nusantara Bandung Koes Plus Community (JNBKC) kepada Merdeka.com, Senin (26/10).

Ada sekitar 200 kaset, puluhan piringan hitam serta CD album milik Koes Plus yang dimiliki pria berusia 53 tahun ini. Deretan koleksi seperti kaset volume 1-14, serta album berjudul To The So Called 'The Guilties' dan Djadikan Aku Domba Mu yang dirilis pada tahun 1967. Hingga album terbaru yang dirilis Koes Plus tahun 2000-an pun tersimpan rapi di rumahnya di Komplek Bumi Panyileukan blok R2 No 12, Kota Bandung.

Pria yang akrab disapa Abah ini, mengatakan koleksi-koleksi itu sebagian besar warisan orangtua yang telah lebih dulu mengoleksi album Koes Plus. Dia ingat tahun 1970 orangtuanya membeli satu buah kaset dengan harga Rp 750.

Hingga kini Abah Wawan masih sering berburu koleksi album yang belum dimiliki. Biasanya dia berburu ke kawasan Tegalega dan Dewi Sartika untuk melengkapi koleksinya itu.

Sekitar tahun 2005 ia mengaku membeli piringan hitam Rp 15 ribu dan kaset Rp 5 ribu per buah, "Namun sejak ada komunitas Koes Plus harga piringan hitam melejit hingga Rp 200 ribu dan kaset paling murah Rp 50 ribu," ujarnya.

Kecintaannya terhadap Koes Plus melahirkan sebuah band bernama Plus one. Band itu ia dirikan bersama teman-temannya semasa kuliah. Namun sejak aktif sebagai Ketua Umum Jiwa Nusantara Bandung Koes Plus Communiry (JNBKC). Abah tak aktif lagi bermain band. Ia lebih memilih membina band-band yang lahir dari komunitas.

"Karena menjadi ketua komunitas saya berhenti, karena saya harus adil dan berdiri di atas semua grup band komunitas," kata dia.

Ia memiliki kenangan tersendiri ketika Koes Plus menggelar pertunjukan di Bandung tahun 2000. Ia sempat berfoto bersama bersama Yon Koeswoyo, Murry, Andolin Sibuea,Jack Kashbie. "Itu penampilan Koes Plus setelah 10 tahun gak manggung di Bandung," ujar Abah.

Hingga saat ini Ia masih sering berkomunikasi dengan para personel ataupun keluarga personel Koes Plus, termasuk saat mereka datang ke Bandung. Sebagai penggemar Koes Plus, dalam berbagai kesempatan Abah berpesan kepada seluruh anggotanya. Agar sebagai penggemar jangan berlaku layaknya seorang maniak yang bisa menimbulkan hal negatif dalam kehidupan sehari-hari. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Merdeka Bandung
  3. Bandung
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini