Kisah Nabi Hud dan orang-orang kaya sombong penerima azab Allah SWT

Rabu, 7 Juni 2017 00:02 Reporter : Yoga Tri Priyanto
Kisah Nabi Hud dan orang-orang kaya sombong penerima azab Allah SWT Kisah Nabi Hud as. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Nabi Hud as adalah nabi keempat yang diutus Allah menjadi salah satu panutan bagi umat manusia untuk terus berjalan di jalan kebenaran menuju Sang Khalik.

Dia adalah putra dari Abdullah bin Ribah bin Syam bin Nuh. Beliau merupakan salah satu keturunan suku 'Aad. Letak geografis suku 'Aad berada di uatra Hadramaut antara Yaman dan Oman. Nabi Hud hidup sekitar 2320-2450 SM.

Tinggal di tengah-tengah Kaum 'Aad, membuat sebagian orang berbahagia. Pasalnya, Allah telah memberikan segala bentuk kekayaan alam yang melimpah. Mereka bertempat tinggal di bangunan yang terbuat dari gunung pasir, memiliki kebun-kebun yang luas dan hasil bumi yang berlimbah. Selain itu, Allah SWT juga memakmurkan alam daerah mereka yang indah dengan disertai taman-taman dan sungai-sungai yang mengalir indah.

Suku 'Aad merupakan suku tertua sesudah Nabi Nuh. Suku 'Aad ini tidak mengenal Allah SWT Pencipta alam semesta. Mereka membuat patung-patung yang diberi nama Shamud dan Alhattar dan disembah sebagai Tuhan mereka. Menurut kepercayaan patung tersebut dapat memberikan kebahagiaan, kebaikan dan keuntungan serta dapat menolak kejahatan, kerugian dan segala musibah.

Dan... Di sinilah cerita Nabi Hud as dimulai.

Topik berita Terkait:
  1. Kisah Nabi
  2. Ramadan 2017
  3. Top List
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini