Kisah Cinta Para Pejabat Indonesia Paling Indah

Selasa, 9 Juli 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kisah Cinta Para Pejabat Indonesia Paling Indah Hoegeng. buku hoegeng/sinar harapan

Merdeka.com - Kisah cinta para pejabat Indonesia ini menginspirasi. Kesetiaan mendampingi saat susah dan senang menjadi contoh bagi pasangan lainnya. Tak jarang kisah cinta mereka diabadikan melalui karya film atau sebuah buku.

Berikut kisah cinta para pejabat Indonesia paling indah yang bisa jadi inspirasi:

1 dari 4 halaman

Habibie dan Ainun

Kisah cinta presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie bersama sang istri, Hasri Ainun selalu menarik untuk disimak kembali. Kesetiaan dan cinta Habibie terhadap Ainun menjadi inspirasi buat pasangan lainnya.

Habibie mulai mengenal Ainun saat berusia 12 tahun. Saat itu mereka masih bersekolah. Habibie sering dijodoh-jodohkan oleh Ainun. Namun ia tak tertarik pada Ainun saat itu.

Setelah lulus SMA, Habibie memilih berkuliah di luar negeri. Namun saat Habibie pulang ke Indonesia, ia bertemu Ainun. Betapa terkejutnya Habibie saat melihat penampilan Ainun yang berubah.

Dahulu saat masih sekolah dan dijodoh-jodohkan, Habibie melontarkan candaan dengan menyebut Ainun sebagai gula jawa. Namun setelah lama tak bertemu dan akhirnya berjumpa, Habibie menyebut Ainun seperti gula pasir.

Setelah keduanya sama-sama tertarik, akhirnya berpacaran. Kedekatan keduanya membuat Habibie yakin dengan Ainun.

Habibie resmi menikahi Ainun pada 12 Mei 1962. Dari pernikahannya dikaruniai dua putra, Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Habibie dan Ainun saling mendukung pada masa-masa sulit. Saat Habibie mendapat masalah pada masa kepemimpinan Soeharto dan saat Ainun divonis kanker ovarium. Kebahagiaan mereka kembali diuji saat Ainun meninggal dunia pada Mei 2010. Bahkan selama Ainun dirawat di Jerman, Habibie sangat setia mendampingi.

Hingga saat ini, Habibie masih terus setia dengan Ainun. Dengan cara mendoakan dan selalu mengunjungi makam Ainun dengan membawa bunga sedap malam, bunga kesukaan Ainun.

2 dari 4 halaman

Hoegeng Imam Santoso dan Merry Hoegeng

Kisah cinta Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso dan Meriyati Roeslani atau Merry Hoegeng juga membuat pasangan lain terinspirasi. Meskipun menjadi petinggi di kepolisian, namun kehidupan Hoegang dan istrinya sangat sederhana.

Rumah Hoegeng tak dipenuhi dengan barang-barang mewah. Jika mengandalkan gaji perwira polisi, barang-barang itu tak akan terbeli. Sebagai istri seorang perwira polisi, Merry juga tak menuntut apa-apa dari sang suami. Cukup hidup dari gaji sang suami.

Untuk menambah pendapatan keluarganya, Merry Hoegeng sampai membuka toko bunga di garasi rumahnya. Bahkan toko bunga itu cukup laris dan makin berkembang. Tapi tiba-tiba Jenderal Hoegeng malah menyuruh istrinya menutup toko bunga itu.

Keputusan menutup toko bunga dibuat saat Jenderal Hoegeng dilantik menjadi pejabat imigrasi oleh Presiden Soekarno. Alasan Jenderal Hoegeng meminta istrinya menutup toko bunga karena ia takut jika kehadiran toko bunganya menjadi penghalang bagi toko bunga lain. Dan tak mau pemesanan bunga disangkut-pautkan dengan jabatannya.

"Nanti semua orang yang berurusan dengan imigrasi akan memesan kembang pada toko kembang ibu, dan ini tidak adil untuk toko-toko kembang lainnya," jelas Hoegeng. "Bapak tak ingin orang-orang beli bunga di toko itu karena jabatan bapak," kata Merry.

3 dari 4 halaman

Mohammad Hatta dan Rachmi

Wakil Presiden Indonesia pertama, H. Mohammad Hatta memiliki seorang istri yang sangat ia cintai, Rachmi. Meskipun usia mereka terpaut 24 tahun, namun hubungan mereka berjalan langgeng.

Saat itu Hatta memiliki janji pada dirinya sendiri. Beliau tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka dan menjadi wakil Presiden.

Sebelum bertemu dengan Rachmi, Hatta selalu dijodoh-jodohkan dengan wanita lain. Ia adalah putri dari Mak Eteb Ayub, pengusaha Minang. Hatta dan Ayub memang dekat. Namun perjodohan gagal, karena Hatta tetap akan menikah setelah Indonesia merdeka.

Akhirnya hati Hatta jatuh pada Rachmi. Wanita berusia 19 tahun yang menjadi istri Hatta saat itu. Saat itu, Soekarno yang menjadi presiden RI pertama mendatangi rumah orangtua Rachmi. Ditemani R. Soeharto, Soekarno datang untuk melamar Rachmi untuk Hatta.

Abdul Rachim, ayah dari Rachmi setuju dengan lamaran itu dan akan berbicara langsung dengan Rachmi. Akhirnya Rachmi setuju. Pernikahan mereka digelar pada 18 November 1945.

4 dari 4 halaman

SBY dan Ani Yudhoyono

Selama 43 tahun, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani hidup bersama dalam suka dan duka. Keduanya memiliki kisah cinta yang unik. Ani pertama kali bertemu SBY tahun 1973 di Komplek Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah. Kemudian cinta mereka berlabuh pada pernikahan yang digelar pada Juli 1976.

Awal pertemuan Ani dan SBY saat acara di kampus AKABRI, Magelang, Jawa tengah. Saat itu, ayah Ani sebagai Gubernur yang akan menggunting pita peresmian balai. Dalam acara itu, Ani melihat-lihat Taruna yang hadir. Dari sekian banyak Taruna, Ani hanya fokus pada Taruna bertubuh tinggi dan tegap. Dan Taruna itu selalu berseliweran ke sana kemari.

Malam harinya, saat Ani dan keluarga sudah berada di rumah. Tiba-tiba datang seorang Taruna bertubuh tinggi tersebut. Ani menatap mata Taruna tersebut sangat lama. Taruna itu mengenalkan dirinya sebagai "Bambang". Ia mencari ayah dari Ani.

"Pertama kali saya memandang bapak, 'wah kayaknya boleh juga nih'. Kok berwibawa beda sekali dengan teman-teman saya bermain," cerita Ani.

Dari sana semuanya berawal. Keduanya saling bertukar kiriman surat. Lewat surat pula SBY pertama kali menyatakan perasaan cintanya.

Ani Yudhoyono kemudian menerima lamaran SBY. Dia meninggalkan kuliah di Universitas Kristen Indonesia sekaligus mengubur mimpinya menjadi dokter.

Pernikahan mereka saat itu juga unik karena digelar bersamaan dengan pernikahan dua saudara perempuan Ani lainnya, yakni Wrahasti Cendrawasih (Titiek) dan Mastuti Rahayu (Tuti). Pernikahan tersebut digelar 29 sampai 31 Juli 1976 di Ballroom Hotel Indonesia.

[has]

Topik berita Terkait:
  1. Hoegeng
  2. Habibie Dan Ainun
  3. Sby
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini