Ketika puluhan ribu anak Korut ciptakan mosaik luar biasa

Rabu, 1 Mei 2013 13:33 Reporter : Destriyana
Ketika puluhan ribu anak Korut ciptakan mosaik luar biasa Arirang Festival Mass Games. ©2013 Merdeka.com/Werner Kranwetvogel

Merdeka.com - Puluhan ribu anak berkumpul di stadion dengan membawa flip-book berisi ratusan panel berwarna. Mereka berlatih menggerakkan flip-book itu secara serempak sehingga membentuk mosaik manusia menakjubkan dalam Arirang Festival Mass Games di Korea Utara.

Arirang Festival Mass Games yang diadakan di Pyongyang, merupakan latihan terbesar dan paling mengesankan dari propaganda sebuah negara di dunia. Acara ini berlangsung dari bulan Agustus sampai Oktober, dan menawarkan pemandangan luar biasa dari para koreografer, penari, penyanyi. Tentu saja, itu semua dilakukan untuk menyanjung pemimpin besar Korea Utara, Kim Il-Sung.

mass games
Photo: Werner Kranwetvogel/A Night in Pyongyang

Acara ini tidak diadakan setiap tahun karena dalam beberapa kasus darurat nasional, seperti banjir atau bencana alam lainnya, pemerintah lebih memilih untuk mempekerjakan ratusan ribu pemain untuk memperbaiki infrastruktur yang hancur.

Tetapi ketika piksel manusia yang telah terlatih itu mendapatkan kesempatan untuk tampil di Rungrado May Day Stadium, di hadapan 150.000 orang, mereka berhasil memukau semua mata yang hadir di sana. Setiap 20 detik dalam waktu dua jam, mereka mengganti panel flip-book untuk menciptakan beragam mosaik yang menakjubkan untuk menghormati warisan budaya dan rezim politik Korea.

mass games
Photo: Werner Kranwetvogel/A Night in Pyongyang

"Ketika Anda melihat perubahan mosaik dalam hitungan detik, itu benar-benar luar biasa. Dan ini hanya bisa terjadi di tempat, di mana Anda memiliki sumber daya manusia yang terbatas untuk melakukan apapun sehingga mereka sangat mudah untuk diarahkan," papar seorang wartawan inggris bernama Jeremy Hunter, yang memiliki kesempatan untuk menghadiri Arirang Festival Mass Games tahun 2011.

mass games
Photo: Werner Kranwetvogel/A Night in Pyongyang

Namun dulu selama berlangsungnya Arirang Mass Games, kamera profesional, perangkat GPS dan telepon genggam dilarang digunakan di stadion, dan mereka yang berusaha untuk memotret secara sembunyi-sembunyi terancam hukuman berat. Tetapi menurut Jeremy, setelah kematian Kim Jong Il pada tahun 2011, aturan untuk Mass Games sedikit melunak. Penggantinya, Kim Jong Un, tampaknya ingin memimpin dengan cara yang berbeda.

[des]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Festival Unik
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini