Ketika bahasa Inggris menjadi sebuah gaya hidup

Jumat, 4 Agustus 2017 15:47 Reporter : Haris Kurniawan
Ketika bahasa Inggris menjadi sebuah gaya hidup Ilustrasi belajar bahasa Inggris. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Isa Fernandez Fernandez

Merdeka.com - Wall Street English (WSE), pusat pelatihan bahasa inggris untuk orang dewasa, mengadakan media gathering sekaligus press conference bertajuk "English Learning Reinvented: Ketika Bahasa Inggris Menjadi Sebuah Gaya Hidup." Press Conference tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada media bahwa WSE bukan merupakan sekedar sekolah atau tempat kursus Bahasa Inggris.

Wall Street English hadir di Indonesia dengan tujuan membuat Indonesia menjadi negara yang lebih sejahtera. WSE percaya jika penduduk Indonesia dapat berbicara bahasa Inggris dengan baik akan meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Menurut studi yang dilakukan oleh Harvard Business School, negara yang memiliki tingkat kemampuan bahasa Inggris yang tinggi memiliki tingkat pendapatan per kapita yang juga tinggi. Saat ini Indonesia masih berada di tingkat moderate dalam kemampuan berbahasa Inggris. Yang mana Indonesia juga masih berada dibawah negara-negara seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong.

Wall Street English mempunyai misi untuk membantu masyarakat Indonesia agar dapat berkomunikasi secara efektif dan penuh percaya diri dengan menggunakan bahasa Inggris. Kita harus dapat berbicara bahasa Inggris seperti halnya kita berbicara Bahasa Indonesia, dengan memiliki kesempatan untuk berlatih di lingkungan yang menyenangkan dan juga menjadi bagian dari sebuah komunitas, sehingga seolah-olah kita sedang berada di sebuah negara berbahasa Inggris. Karena cara terbaik untuk belajar bahasa Inggris adalah dengan tinggal di negara berbahasa inggris.

Oleh karena itu WSE melakukan transformasi Model Bisnis yang mengkombinasikan gaya hidup dengan metode terbaik di dalam dunia pendidikan dan sudah diakui secara internasional. Wall Street English Indonesia merancang metode tersebut khusus untukmasyarakat Indonesia yang senang bersosialisasi dan menjadi bagian dari sebuah komunitas.

Selain itu, kami juga melakukan perubahan dalam program yang kami miliki, di mana member tidak akan lagi merasa terbatasi oleh tempat dan waktu. Perubahan ini memberikan members kebebasan untuk belajar sebanyak apa yang mereka inginkan, memberikan member kesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan menarik dalam komunitas kami dengan program berbasiskan membership.

“Blended Learning Method” dan “Flipped Classroom”merupakan metode yang sudah diakui secara luas sebagai metode belajar bahasa yang paling efektif dibandingkan dengan metode belajar tradisional. Metode yang digunakan oleh Wall Street English mengkombinasikan kedua metode tersebut dan didukung dengan teknologi yangmemadukan interaksi face-to-faceoleh para expert yang berkualitas suasana yang mendukung.

Hal ini tentunya bertujuan untuk membantu orang dewasa dalam belajar bahasa Inggris dengan lebih efektif dan dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.

"WSE percaya bahwa dengan menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari gaya hidup, maka para members akan lebih mudah untuk belajar bahasa Inggris, salah satu cara yang dilakukan WSE adalah dengan mengadakan acara rutin di cabang WSE yang disebut Social Club. Setiap cabang memiliki Social Club yang berbeda-beda menyesuaikan demografi cabang tersebut.

Contohnya, "Women of Wall Street" merupakan sebuah klub yang berkumpul seminggu sekali di cabang Mal Kelapa Gading 3 untuk acara arisan. Ratu Plaza memiliki sebuah komunitas yang diberi nama "Open Mic" yang didirikan oleh para member Wall Street English dan menjadi bagian dari Social Club yang memberikan kesempatan bagi para member WSE untuk menjadi pembicara dengan tema yang beragam, mulai dari "Cara beternak ikan Koi" hingga "Pengalaman Bekerja di Kepolisian."

"Para member diberikan kesempatan untuk mempraktekan kemampuan bahasa Inggris mereka di depan umum," ucap Kish Gill, selaku President Director WSE Indonesia

Wall Street English juga bekerjasama dengan banyak partner untuk mendukung kegiatan Social Club, salah satunya adalah International Wellbeing Center yang kerap kali mendatangkan para pembicara ahli. Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan adalah Career Coaching dan Eating Healthy. Wall Street English juga bekerjasama dengan Real Yoga yang mendatangkan pelatih Yoga dari luar negeri berlisensi internasional.

WSE mengundang para pembicara ahli yang terkenal dan kredibel di bidangnya. Acara Social Club ini diadakan dengan menggunakan bahasa Inggris, sehingga para member dapat belajar bahasa Inggris sekaligus mendapatkan ilmu di bidang yang mereka sukai.

Lewat social Club, WSE menciptakan banyak kesempatan bagi para member untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman yang berbeda, mendapatkan banyak teman, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik atau bahkan menemukan jodoh atau pasangan hidup.

Oleh karena itu, WSE mengkombinasikan “Blended Learning Method”,“Flipped Classroom”danTotal English Environment dengan Gaya Hidup sehingga menghasilkan brand value untuk bisnis model terbarunya yaitu Confidence, Community and Oppurtunity, WSE hadir di Indonesia untuk membantu masyarakat Indonesia agar memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dengan cara menciptakan komunitas bagi para member dan membuka banyak peluang bagi mereka.

Wall Street English juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan sosial, khususnya bagi masyarakat yang kurang beruntung. Salah satu contoh kegiatan sosial yang telah dilakukan adalah kunjungan WSE Indonesia ke Panti Asuhan Sa’adatud Daarain dan melakukan kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, memberikan pelatihan kepada tenaga kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Balai Ketenagakerjaan. [hrs]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pendidikan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini