Kementerian Pariwisata serius urus wisata ritual di Bandung

Rabu, 4 November 2015 20:15 Reporter : Iman Herdiana
Kementerian Pariwisata serius urus wisata ritual di Bandung Perang tomat. ©2015 Merdeka.com/ Iman Herdiana

Merdeka.com - Ritual-ritual kebudayaan yang rutin digelar di Kabupaten Bandung Barat setiap tahunnya akan menjadi fokus Kementerian Pariwisata RI. Dalam beberapa bulan terakhir, Kabupaten Bandung Barat menggelar tiga event terkait ritual, yakni Festival Cihideung, Festival Tangkuban Parahu dan terbaru Perang Tomat.

Ketiga event tersebut terkait dengan wisata budaya dan religi, khususnya tradisi ngaruat yang merupakan ritual membersihkan bumi.

"KBB sudah menjadi fokus Kementerian Pariwisata, kata Kasubid Promosi Wisata Sejarah dan Religi Bidang Wisata Budaya Kementerian Pariwisata RI, Wawan Gunawan, di sela acara Perang Tomat, Rabu (4/11).

Ritual tradisi, kata Wawan, termasuk budaya religi yang terkait dengan kearifan lokal masyarakat. Masyarakat Kabupaten Bandung Barat, kata dia, memiliki kearifan lokal di bidang pertanian, yakni bagaimana mensinergikan petani dengan kebudayaan. "Dia bertani dan berkebudayaan. Ini ekspresi budaya," ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas ruatan atau kebudayaan lokal harus dirawat dan dilestarikan. Ia memuji acara ruatan yang membuka acara perang tomat. Menurut dia masyarakat Kabupaten Bandung Barat sangat kompak.

"Semalam saya datang dan melihat bagaimana aktivitas masyarakat di sini, betul tidak acara Perang Tomat ini sebagai event milik masyarakat. Semalaman saya melihat gotong royong tanpa disuruh. Dalam sekejap umbul-umbul, spanduk, payung sudah beres dipasang," tuturnya.

Wawan melanjutkan, semangat masyarakat dalam melestarikan suatu tradisi menjadi salah satu syarat yang mendorong Kementerian Pariwisata untuk mendukung secara finansial.

Secara nasional, event dengan nuansa wisata budaya sedang marak di Indonesia. Kementerian Pariwisata mencatat ada 136 event wisata budaya dari Sabang sampai Merauke yang sudah dan akan digelar.

Menurut dia, jumlah tersebut berdasarkan permintaan dari masyarakat. "Karena permintaan masyarakat perlu didukung. Ini jadi milik masyarakat. Misalnya Perang Tomat, akan bangga orang Cikareumbi ketika event ini jadi event Indonesia," katanya.

Selama ini, kata dia, jumlah event daerah yang masuk ke Kementerian Pariwisata mengalami peningkatan. "Bisa lebih dari 50 persen yang diajukan dari masyarakat," katanya.

Misalnya dalam waktu dekat ini, kementerian juga akan mendukung acara Festival Dodol Garut di Kabupaten Garut, Jawa Barat. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. Merdeka Bandung
  2. Bandung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini