Keindahan Masjid Terbesar di Eropa yang Berubah Warna Saat Adzan Berkumandang

Rabu, 1 Januari 2020 13:28 Reporter : Tantri Setyorini
Keindahan Masjid Terbesar di Eropa yang Berubah Warna Saat Adzan Berkumandang Masjid Prophet Mohammed. ©Instagram.com/visit_chechnya_95

Merdeka.com - Rusia baru meresmikan masjid terbarunya, yaitu Masjid Prophet Mohammed. Tempat ibadah ini berada di Kota Shali, Republik Chechnya. Bangunan tersebut diresmikan pada tanggal 23 Desember 2019 lalu.

Masjid Prophet Mohammed memiliki desain yang megah dan mewah, bahkan diklaim sebagai masjid terbesar di Eropa. Masjid tersebut menjadi perhatian sebab bangunan tersebut berganti warna saat azan berkumandang.

1 dari 3 halaman

Masjid Terbesar dan Terindah di Eropa

Dilansir dari Reuters (26/12/2019), masjid yang dihiasi dekorasi marmer ini telah ditetapkan sebagai masjid terbesar dan terindah di Eropa oleh otoritas Chechnya.

Presiden Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov mengatakan masjid ini memiliki desain yang unik dan megah. Terdapat empat menara yang menjulang tinggi di setiap sudut bangunan. Pada bagian tengah masjid terdapat sebuah kubah seperti masjid pada umumnya.

Sementara itu, pada bagian halaman masjid terdapat tumbuh-tumbuhan dan air mancur yang bisa memanjakan mata pengunjung. Jika dihitung bersama luas halamannya, masjid ini memiliki daya tampung sebanyak 70 ribu orang.

2 dari 3 halaman

Berganti Warna Saat Adzan

 /></p>
<p style=Instagram.com/visit_chechnya_95

Meskipun keindahannya tak dapat dipungkiri, daya tarik utama Masjid Prophet Mohammed baru terlihat saat adzan berkumandang. Jika suara adzan terdengar, bangunan masjid akan berubah warna. Perubahan warnanya berlangsung selama beberapa waktu, menampilkan warna hijau, biru, ungu, merah muda, hingga merah.

3 dari 3 halaman

Harapan atas Kebangkitan Islam di Rusia

Masjid seluas 9.700 meter persegi ini merupakan buah karya arsitek terkenal asal Uzbekistan. Pembangunannya merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Kadyrov setelah menjabat sebagai pemimpin di Chechnya. Hadirnya masjid ini diharapkan dapat menandai kebangkitan Islam di Rusia.

Sebelumnya, Kadyrov pernah membangun sebuah masjid di Grozny pada 2008, tetapi keberadaan masjid tersebut telah rusak akibat perang Moskow setelah pecahnya Uni Soviet pada 1991.

Meskipun pembangunan masjid tersebut sempat mendapat kritikan dari berbagai lembaga HAM, ada pula pihak yang memuji tindakan Kadyrov karena ia berhasil membawa ketenangan dan stabilitas di wilayah Federasi Rusia tersebut.

Reporter: Tri Ayu Lutfiani/Asnida Riani
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Baca juga:
Gunung Popa, Rumah 37 Roh Terkuat di Myanmar
Viral Video Pelarangan Ibadah, Bupati Inhil Bantah Satpol PP Terlibat
Wapres JK: Kelemahan Masjid Itu Sound System Bergaung karena Salah Pasang
Polisi Pastikan Pria Mengamuk di Gereja Santo Yoseph Denpasar Mengalami Depresi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini