KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kehangatan penduduk asli Papua di Festival Danau Sentani

Rabu, 30 Desember 2015 00:05 Reporter : Dwi Ariyani
Kehangatan penduduk asli Papua di Festival Danau Sentani. ©instagram.com/indtravel

Merdeka.com - Festival Danau Sentani mulai diadakan sejak tahun 2007 dan diisi dengan tarian adat di atas perahu, tarian khas Papua, upacara adat Ondoafi dan berbagai macam sajian khas Papua. Festival ini dapat dinikmati pada bulan Juni. Danau Sentani dapat ditempuh melalui jalur udara tujuan Jakarta-Jayawijaya. Wisatawan dapat memanfaatkan maskapai Batik Air yang menawarkan harga menarik. Biaya pulang pergi Jakarta-Jayapura dipatok dengan harga promo Rp 2.906.000,-.

Setiap maskapai penerbangan tentu memberikan harga yang berbeda. Bila wisatawan memulai perjalanan dari Jakarta dengan Garuda Indonesia dan kembali dengan Batik Air, maka akan dikenakan biaya Rp 7.221.000,-. Sampai di Bandara Sentani, beristirahat sejenak di Swiss-Belhotel Papua dengan fasilitas lengkap pemandangan alam khas Papua. Booking tiket jauh hari melalui situs resminya atau travel agent lain untuk dapatkan harga istimewa menginap di Jayapura.

Meski pada bulan Juni sedang musim kemarau dan udara di Papua sangatlah panas, tapi festival yang ramai pengunjung ini memberikan pertunjukan yang luar biasa.

Pertunjukan Tari Adat Yang Meriah


©ohelterskelter.com

Di hari pertama festival, pengunjung akan disuguhkan dengan Tari Ahohoi dari grup tari Ayapo. Para penari mengenakan rok jerami, ikat kepala yang dihiasi biji saga, kerang dan bulu kasuari. Tari ini sangatlah menyita perhatian karena dilakukan secara beramai-ramai dengan kompaknya. Tak hanya Tari Ahohoi, bahkan di hari kedua, festival dimeriahkan oleh tari perang di atas perahu atau biasa disebut Isosolo.


©ohelterskelter.com

Tarian Isosolo merupakan pertunjukan yang ditunggu-tunggu dan sering masuk ke dalam headline surat kabar yang meliput festival ini. Menurut bahasa setempat, iso berarti bersuka cita dan menari mengungkapkan perasaan hati, sedangkan solo adalah sekelompok orang dari berbagai usia. Uniknya lagi, para penari meloncat-loncat sambil memainkan busur panah dan tombak sambil menepuk-nepuk air dengan penuh kegembiraan.

Apalagi, perahu-perahu yang ditumpangi mereka dihiasi dengan rerumputan, dan dedaunan. Alunan musik tifa yang mengiringinya membuat tarian ini tampak menyatu dengan alam Papua yang menjadi background-nya.

Pameran Kerajinan Tangan dan Batu Akik


©ohelterskelter.com

Festival Danau Sentani kian menarik dengan adanya pameran kerajinan tangan batu akik. Kerajinan yang dipamerkan meliputi noken atau tas rajut yang terbuat dari kulit kayu dan pewarna alami, ikat kepala yang dihiasi bulu kasuari dan lukisan kulit kayu. Papua memiliki batu akik khas, yaitu Cycloops. Batu ini berjenis kuarsa kristal dan ciri khasnya adalah berwarna hijau tua. Batu ini banyak ditemukan di Kampung Ormu yang terletak di lereng pegunungan Cycloops.

Berbagai macam batu akik, mulai dari cycloops hijau hingga merah yang bernama Red Pacific menjadi objek yang dipamerkan. Wisatawan bisa membeli batu akik berupa bongkahan atau yang sudah dibentuk menjadi cincin. Batu akik dipasarkan mulai Rp 50.000,- sampai jutaan Rupiah.

Melepas Satu Juta Benih Ikan Nila


©tabloidjubi.com

Festival Danau Sentani juga bertujuan melestarikan lingkungan yang ditunjukkan dengan melepas satu juta benih ikan nila. Hal ini untuk menambah ragam biota laut di Danau Sentani, mengingat ikan endemis seperti ikan pelangi, pelangi merah dan gabus di Danau Sentani sudah mulai berkurang. Kelak, pemerintah berharap agar ikan-ikan tersebut membantu mata pencaharian penduduk yang berprofesi sebagai nelayan.

Karena diadakan sekali dalam setahun, festival ini begitu dinantikan oleh penduduk lokal sekaligus wisatawan. Festival Danau Sentani diikuti oleh beragam suku yang berada di Papua, sehingga datang ke festival ini adalah momen terbaik untuk merasakan kehangatan penduduk asli Papua. (mdk/ind/it) [aik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.