Ini alasan kenapa lebih baik belajar bahasa asing saat kecil

Rabu, 10 Februari 2016 18:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ini alasan kenapa lebih baik belajar bahasa asing saat kecil Ilustrasi belajar bahasa. ©babbel.com

Merdeka.com - Belajar bahasa asing seperti bahasa inggris atau mandarin merupakan salah satu hal yang banyak dilakukan oleh orang pada masa kini. Banyaknya tempat les yang mengajarkan bahasa asing ini serta semakin terbukanya komunikasi antar negara menjadikan hal ini banyak dilirik orang. Itu lah mengapa kini juga semakin banyak anak yang belajar bahasa asing untuk masa depan mereka kelak.

Belajar bahasa asing pada anak-anak merupakan hal yang dianggap sangat tepat karena mereka dipandang lebih mudah untuk mempelajari berbagai hal baru dengan lebih cepat. Namun sebuah penelitian mengungkap bahwa hal yang paling berpengaruh terhadap cepatnya perkembangan bahasa ini bukan lah karena stuktur otak melainkan karena motivasi dan banyaknya waktu senggang yang dimiliki seorang anak.

Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian dilakukan di University of Essex di Inggris mengenai kesalahan yang dikenal seseorang dalam bahasa Jerman untuk mengetahui kemampuan bahasa seseorang. Partisipan pada penelitian tersebut terdiri dari 15 orang Polandia, 51 orang Russia, dan 29 sisanya merupakan penutur asli bahasa Jerman. Mereka diminta mengenali kesalahan berbahasa pada ucapan yang mereka dengarkan.

Dari percobaan tersebut diketahui bahwa kefasihan bahasa seseorang tidak lah hanya ditentukan pada usia berapa dia mulai belajar sebuah bahasa. Monika Schmid sebagai peneliti mengatakan bahwa hal yang paling berpengaruh pada seseorang dalam mempelajari sebuah bahasa lebih bergantung pada gaya hidup yang dimiliki oleh anak-anak tersebut.

Pada saat anak-anak, seseorang memiliki waktu luang lebih banyak sehingga hal tersebut dapat dihabiskannya untuk belajar dibanding dengan orang dewasa yang memiliki lebih banyak masalah dan urusan. Selain itu anak-anak juga memiliki motivasi yang lebih besar untuk menyesuaikan dengan sebuah bahasa asing lebih besar. Pengaruh pengucapan dan tata bahasa dari bahasa pertama mereka juga belum terlalu menempel sehingga masih mungkin untuk berubah-ubah. [RWP]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini