Ini alasan kenapa hidangan ikan harus ada saat Imlek

Senin, 23 Januari 2017 08:02 Reporter : Tantri Setyorini
Ini alasan kenapa hidangan ikan harus ada saat Imlek Makanan khas Imlek. ©2017 Iwan Tantomi

Merdeka.com - Di antara berbagai kuliner yang harus disajikan di meja makan saat perayaan Imlek, masakan ikan termasuk salah satu di antaranya. Ada makna penting di balik makanan berbasis protein hewani ini.

Dilansir China Highlights, ikan merupakan lambang kemakmuran dan rezeki. Dalam bahasa Mandarin, penyebutan ikan memiliki bunyi yang hampir sama dengan surplus. Menurut tradisi China, memiliki kelebihan uang atau barang kebutuhan sehari-hari di akhir tahun merupakan hal yang baik. Berarti rezeki yang didapat tahun itu berlebih dan kemungkinan mereka bisa mendapatkan lebih banyak di tahun mendatang.

Ada berbagai jenis hidangan ikan yang bisa disajikan untuk Imlek. Masing-masing dipilih karena namanya yang berhomofon dengan kata-kata bermakna baik. Jiyu (sejenis ikan mas yang bisa ditemui di perairan tawar Eropa) mirip bunyinya dengan ji yang berarti 'semoga beruntung'. Memakan ikan ini saat Imlek diyakini bisa mendatangkan keberuntungan di tahun yang baru. Liyu, (ikan kap lumpur) terdengar mirip dengan li atau hadiah. Dengan memakannya, kita sekaligus memohon rezeki di tahun yang baru. Nianyu atau ikan lele berhomofon dengan nian yu yang berarti surplus tahunan.

masakan ikan kukus untuk perayaan imlek

Masakan ikan kukus untuk perayaan Imlek. © Serious Eats

Ada beberapa aturan dalam menyajikan hidangan ikan saat Imlek. Ikan harus menjadi hidangan terakhir yang dimakan dan harus disisakan. Tradisi ini biasa dilakukan di daerah utara sungai Yangtze. Sementara di daerah lain kepala dan ekor ikan tidak boleh dimakan sampai awal tahun, melambangkan harapan tahun yang baru akan dimulai dan diakhiri dengan kelebihan harta benda.

ikan kukus gaya kanton

Ikan kukus gaya Kanton. © Chowhound

Ikan juga harus dihidangkan dengan cara tertentu. Harus tersaji utuh dan bagian kepala dihadapkan para tamu atau anggota keluarga yang lebih tua. Idealnya, orang yang lebih tua harus menyantap ikan terlebih dahulu, baru diikuti oleh yang lebih muda. Ini merupakan bentuk penghormatan di meja makan.

Tubuh ikan tidak boleh dipotong dan dipindahkan dari piring saji. Hanya boleh diambil dagingnya. Dua orang yang posisi duduknya menghadap kepala dan ekor ikan harus minum bersama-sama sebagai tanda keberuntungan.

Cara makan yang cukup rumit, ya? Tetapi tradisi ini justru menjadi penghangat suasana di meja makan warga Tionghoa. Pasalnya, sederet aturan yang harus dipatuhi saat menyantap ikan tadi akhirnya justru mengundang tawa di saat jamuan Imlek. [tsr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini