Gaun super praktis, 1 potong bisa jadi 20 model

Senin, 26 September 2016 13:51 Reporter : Tantri Setyorini
Gaun super praktis, 1 potong bisa jadi 20 model Gaun super praktis The Kameleon. ©2016 Kameleonrose.com

Merdeka.com - Bagaimana jadinya kalau koper untuk bepergian yang berisi belasan potong baju bisa disulap menjadi tas kecil dengan satu lembar pakaian saja? Pastinya travelling bakal jadi lebih praktis. Tetapi dengan baju yang satu ini, kita memang tak perlu membawa banyak baju saat bepergian. Pasalnya, 1 baju saja bisa disulap menjadi 20 model pakaian yang berbeda.

Untuk traveller wanita yang malas membawa banyak baju, sekarang ada Kameleon. Sesuai namanya yang terinspirasi dari bunglon (chameleon), baju ini juga bisa diutak-atik menjadi berbagai macam model. Cukup dengan melepas atau menyematkan beberapa kancing, kita bisa mendapatkan gaun strapless, rok panjang, celana, atasan, gaun mini, celana jodhpur, atau ponco.

Gaun super praktis The Kameleon. 2016 Kameleonrose.com

Gaun super praktis The Kameleon. 2016 Kameleonrose.com

Gaun bisa diubah menjadi berbagai macam model. 2016 Kameleonrose.com

Dilansir DailyMail (23/9), Kameleon merupakan buah karya dari Leila Rose, 31, seorang desainer dan traveller dari Plymouth. Leila sempat berprofesi sebagai dokter sebelum meninggalkan karir medisnya untuk berpetualang ke seluruh dunia. Menurut pengakuannya, ide untuk membuat Kameleon muncul saat dirinya bepergian ke Danau Wanaka di Selandia Baru.

"Saya merasa dibatasi oleh pakaian saya dan berpikir 'bagaimana jika saya menambahkan kancing?' Jadi saya meraih beberapa kancing, menjahitnya, dan menutup gaun saya. Saya menariknya ke bawah untuk membentuknya jadi celana dan selanjutnya saya tidak bisa berhenti membolak-baliknya dengan segala macam cara," kenangnya.

Leila Rose, desainer Kameleon dan pendiri Kameleon Rose. 2016 Kameleonrose.com

Dari sanalah gagasan untuk mendirikan bisnis Kameleon Rose mampir di benaknya. Setelah perjalanannya berakhir, Leila berhenti di Madagaskar dan mendapati kalau negara itu merupakan pusat tekstil dengan mutu tinggi. Leila pun menetap di sana dan mulai mempelajari teknik jahit-menjahit.

Leila mempekerjakan warga lokal Madagaskar untuk memproduksi Kameleon. 2016 Kameleonrose.com

Leila mempekerjakan warga lokal untuk membangun bisnis fashion-nya. Leila sendiri sebenarnya tidak memiliki pengalaman berbisnis atau latar belakang fashion. Namun dia percaya idenya akan disambut baik oleh pasar. Saat ini, dia sudah mengantongi 17 kontrak dari berbagai perusahaan.

"Saat bepergian saya menyadari kalau saya mengalami masalah yang sama dengan sebagian besar wisatawan perempuan," katanya. "Saya ingin menciptakan Kameleon Rose, merek yang memproduksi pakaian yang sesuai untuk wanita bepergian."

[tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini