Festival Jathilan Bromo 2019 Siap Guncang Bromo

Jumat, 23 Agustus 2019 10:43 Reporter : Haris Kurniawan
Festival Jathilan Bromo 2019 Siap Guncang Bromo Gunung Bromo. ©2017 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Bromo, satu dari sepuluh destinasi prioritas ini tak pernah ada hentinya memukau. Setiap atraksinya mampu membuat wisatawan terpesona. Sebut saja perhelatan Yadnya Kasada atau Jazz Gunung Bromo yang selalu tampil luar biasa.

Kali ini giliran Festival Jathilan Bromo 2019 akan tampil memanjakan wisatawan. Digelar rutin setiap bulan, festival ini akan diluncurkan pada 24 Agustus 2019, di Amfiteater Terbuka Bromo, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Probolinggo.

"Ini menjadi sebuah upaya untuk rebranding kawasan Bromo. Selain sebagai destinasi wisata alam juga sebagai destinasi wisata seni budaya. Dengan itu akan memberikan dampak yang sangat positif yaitu tren peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Bromo," kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Kamis (22/8).

Rizki menggaransi jika festival ini akan berkelas. Dipembukaannya saja bakal ditampilkan 74 penari Jathilan cilik. Angka 74 tersebut dimaksudkan untuk melambangkan peringatan HUT RI ke-74. Ada juga Jathilan Pangeran Mangkubumi. Sebuah persembahan Tim Universitas Negeri Yogyakarta dan Bale Seni Condoradono.

Berikutnya ada Jathilan Bareng Doktor Jathilan dan Bale Seni Condroradono Yogyakarta. Ada juga penampilan khusus kelompok jathilan dari Probolinggo, Temanggung dan Sleman.

"Dengan adanya Festival Jathilan Bromo secara Kabupaten Probolinggo akan memiliki tambahan 12 kali kegiatan dalam satu tahun. Dengan itu Kabupaten Probolinggo semakin dikenal sebagai tuan rumah festival yang bertaraf nasional," papar Rizki.

Dalam pelaksanaan pementasan bulanan, festival ini akan mengundang kelompok-kelompok jathilan dari seluruh Nusantara. Pementasan ini sekaligus dilombakan dan akan dinilai oleh Dewan Juri yang ahli dan profesional. Dimana kelompok terbaik akan mendapat piala dari Menteri Pariwisata. Selain itu juga akan mendapat hadiah uang dalam jumlah yang menarik. Jumlahnya fantastis dengan total hadiah Rp 100 juta.

"Setiap bulan akan dibatasi kelompok jathilan dari daerah yang tampil, yaitu maksimum 4 hingga 5 grup kesenian. Setelah berlangsung 1 tahun maka 5 kelompok jathilan terbaik akan dipilih, diberikan piala dan hadiah uang dalam jumlah yang menarik. Para penampil terbaik akan melangsungkan pentas di bulan Agustus tahun 2020 dan seterusnya," papar Rizky.

Sigit Pramono, Penggagas Jazz Gunung Bromo dan Festival Jathilan Bromo pun ikut angkat bicara. Dirinya menuturkan, festival tersebut pada dasarnya merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama pelaku wisata di kawasan wisata Bromo untuk menambah daya tarik kawasan Bromo.

Karena tak dapat dipungkiri, Bromo selama ini sangat dikenal sebagai destinasi yang sangat indah. Tetapi harus diakui jika di Bromo wisatawan belum menemukan atraksi wisata yang diselenggarakan dengan jadwal yang jelas. Terkecuali Jazz Gunung Bromo. Maka dari itu, festival yang diselenggarakan setiap bulan inilah jawaban untuk wisatawan yang menginginkan adanya atraksi seni budaya di kawasan Bromo.

"Orang sering bertanya apa yang menyebabkan Bali lebih unggul dibandingkan dengan daerah lain?
Jawabannya ialah karena Bali berhasil menggabungkan destinasi wisata berbasis keindahan alam dengan destinasi wisata berbasis seni budaya. Karena keberhasilan itu maka wisatawan dengan senang hati tinggal lebih lama di Bali," ujar Sigit.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya Festival Jathilan Bromo merupakan penguatan atraksi wisata yang baik. Apalagi Gunung Bromo merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dengan event ini, tidak hanya keunikan alam yang diusung sebagai motor pariwisata namun kekuatan budaya akan menjadi magnet yang menggiurkan wisatawan.

"Terselenggaranya Festival Jathilan Bromo akan menjadikan kawasan Bromo semakin berkembang. Karena budaya terbukti selalu menjadi sebuah magnet yang dapat mengundang wisatawan. Saya yakin festival ini akan menjadi motor pengembangan Kawasan Bromo," kata Menteri asal Banyuwangi itu. [hrs]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini