Dapur mini untuk warga tak mampu, cara unik untuk beramal

Senin, 1 Agustus 2016 13:01 Reporter : Tantri Setyorini
Dapur mini untuk warga tak mampu, cara unik untuk beramal The Little Free Pantry. ©2016 Facebook/The Little Free Pantry

Merdeka.com - Arkansas, McClard merasa terinspirasi. Gagasan perpustakaan kecil di depan rumah untuk menyumbang ilmu pengetahuan bagi masyarakat cukup membuat McClard terkesan.

McClard pun ingin membuat proyek sosial dengan konsep serupa. Berangkat dari pemikiran tersebut, McClard mendirikan The Little Free Pantry yang pertama. McClard meletakkan struktur kayu yang terdiri dari beberapa rak sederhana di sebelah Good Shepherd Lutheran Church.

McClard berharap rak kayu itu bisa berfungsi sebagai 'dapur' mini yang memberikan ruang untuk keramahan dalam bertetangga dan mengatasi permasalahan sosial, seperti Little Free Library. Di sana para penyumbang bisa meletakkan berbagai barang kebutuhan untuk mereka yang kurang mampu. Mereka yang memerlukannya juga bisa mengambil barang-barang kebutuhan tanpa merasa malu.

The Little Free Pantry ©2016 Facebook/The Little Free Pantry

Dilansir The Huffington Post, The Little Free Pantry resmi berdiri pada 10 Mei 2016. Dalam waktu singkat, warga mulai menyumbangkan sembako melalui 'dapur' mini McClard secara anonim. Rak selalu terisi penuh dengan roti, air mineral, dan makanan kaleng. Sementara popok dan pembalut wanita merupakan barang yang paling dibutuhkan.

The Little Free Pantry ©2016 Facebook/The Little Free Pantry

The Little Free Pantry ©2016 Facebook/The Little Free Pantry

McClard mulai mendirikan The Little Free Pantry di berbagai sudut kota. Rak kayu yang didirikan di dekat sekolah dia isi dengan peralatan tulis dan cemilan.

The Little Free Pantry ©2016 Facebook/The Little Free Pantry

The Little Free Pantry ©2016 Facebook/The Little Free Pantry

Sama seperti pendahulunya, proyek McClard juga berbuah keberhasilan. Halaman Facebook The Little Free Pantry telah memiliki lebih dari 10.000 penggemar. Yang membuat McClard bangga, proyek kecilnya telah menginspirasi orang lain untuk membangun 'dapur gratis' di Fayetteville Selatan dan Ardmore, Oklahoma.

Menurut kamu, bagaimana jika ide ini diterapkan di Indonesia? Akankah sesukses di tempat asalnya? [tsr]

Topik berita Terkait:
  1. Ide Kreatif
  2. Kegiatan Amal
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini