Ayam gunung, kuliner khas Karibia dari katak yang nyaris punah

Rabu, 6 Agustus 2014 11:16 Reporter : Tantri Setyorini
Ayam gunung, kuliner khas Karibia dari katak yang nyaris punah Masakan dari kodok parit raksasa. ©2014 Merdeka.com/DMVCaribbeans

Merdeka.com - Meskipun terdengar menjijikkan bagi sebagian orang, katak atau kodok menjadi bahan makanan yang cukup digemari di beberapa negara dan kebudayaan. Sebut saja hidangan swikee di kuliner China yang terbuat dari paha katak atau Namibian bullfrog yang terkenal beracun dan bisa membahayakan nyawa tetapi justru jadi makanan favorit penduduk Namibia.

Di Kepulauan Karibia juga terdapat masakan serupa, namanya ayam gunung. Meskipun namanya ayam gunung, sebenarnya makanan khas Dominika ini terbuat dari kodok, tepatnya Leptodactylus fallax atau kodok parit raksasa. Kodok ini hidup di Dominika dan Montserrat, Kepulauan Karibia. Penduduk setempat menyebutnya ayam gunung karena ukurannya yang besar, seukuran ayam kecil dan sering dijadikan bahan makanan. Karena teksturnya pun konon menyerupai daging ayam, kodok raksasa ini sering dimasak seperti kuliner berbahan daging ayam, antara lain digoreng atau dijadikan campuran sup daging.

raksasa

Photo by www.iucnredlist.org

kodok parit raksasa

Photo by DMVCaribbeans

Kodok parit raksasa yang menjadi bahan baku utama makanan ini merupakan hewan langka. Oleh IUCN hewan ini telah dilabeli 'terancam punah'. Populasi kodok ini menurun hingga 80 persen dalam tahun-tahun terakhir karena perburuan massal. Sekarang ini diperkirakan hanya 8.000 ekor saja yang tersisa di dunia. Saat ini pemerintah Montserrat sudah menyarankan warganya untuk menghentikan perburuan terhadap kodok parit raksasa. Tetapi sejauh ini belum ada usaha yang lebih serius untuk melestarikan kodok parit raksasa dari pemerintah Dominika maupun Montserrat. [tsr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini