Aktivitas Online Terlalu Lama Bisa Picu Stres Berlebih, Ini Cara Mencegahnya

Rabu, 27 Januari 2021 22:18 Reporter : Tantri Setyorini
Aktivitas Online Terlalu Lama Bisa Picu Stres Berlebih, Ini Cara Mencegahnya Ilustrasi menggunakan Instagram. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 membuat banyak aktivitas dialihkan secara online. Mulai dari rapat, belajar, olahraga, bahkan sekadar mengobrol bersama kawan. Cara ini memang lebih praktis dan aman untuk mencegah penyebaran virus, namun ada yang perlu diperhatikan terkait aktivitas online.

Beraktivitas online terlalu lama dalam sehari justru tak baik untuk kesehatan mental. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Human Communication Research menganalisis sikap waspada seseorang saat online. Sikap ini dikenal dinamakan kewaspadaan online atau online vigilance.

Online Vigilance dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental

Tanda-tanda orang yang sudah terperangkap dalam kewaspadaan online adalah selalu memikirkan dunia online, membuka banyak tab, dan langsung bereaksi saat menerima notifikasi.

Kewaspadaan online membuat seseorang terus-menerus memeriksa email, WhatsApp, Instagram, Telegram, Twitter, dan media sosial lain. Masih ditambah dengan membaca artikel di situs web atau memilih-milih barang di situs belanja online.

Hasil studi ini menunjukkan terdapat hubungan antara waktu yang dihabiskan seseorang secara online dengan tingkat stres mereka. Semakin lama online, semakin tinggi pula stres yang dialami.

Menurut peneliti, kebiasaan online yang berpindah dari satu situs, media sosial, dan aplikasi membanjiri pusat perhatian otak sehingga otak bekerja secara multitasking dan menimbulkan stres yang berlebihan.

2 dari 3 halaman

Multitasking Online dan Notifikasi Memberikan Tekanan Mental

gadget
©2018 Merdeka.com/Pixabay

"Multitasking secara konsisten terkait dengan tingkat stres yang dirasakan lebih tinggi. Hasil ini mereplikasi temuan sebelumnya yang menunjukkan hubungan antara multitasking media dan stres yang dirasakan," tulis peneliti, dikutip dari Metro UK, Sabtu, 23 Januari 2021.

Selain itu, suara dari notifikasi juga memberikan tekanan lebih pada otak. Jika tidak merespons terhadap pemberitahuan tersebut, tubuh cenderung akan merasa bersalah.

3 dari 3 halaman

Cara Menghindari Jebakan Online Vigilance

gadget©2018 Merdeka.com/Pixabay

Peneliti menyarankan beberapa hal berikut untuk menghindari jebakan online vigilance.

  • Cobalah untuk fokus melakukan satu kegiatan saja saat beraktivitas online.
  • Luangkan waktu tanpa menyentuh ponsel atau gadget lainnya.
  • Matikan notifikasi dari berbagai aplikasi agar Anda bisa rehat sejenak dari segala kegiatan online.

Stres berlebihan di tengah situasi pandemi tidak akan menguntungkan Anda karena akan menurunkan imunitas tubuh. Padahal, ketahanan tubuh paling dibutuhkan untuk melawan infeksi Covid-19. Jadi jagalah kesehatan mental Anda dengan membatasi aktivitas online.

Reporter: Melia Setiawati
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Baca juga:
Cara Mengelola Stres dengan Baik dan Efektif, Ketahui Strateginya
Menurut Psikiater, Ini Cara untuk Mencegah Terjadinya Pandemic Fatigue
Mengenal Emotional Detox dalam Kesehatan Mental, Ketahui Cara Melakukannya
Ketika Tengah Depresi, Hindari 5 Makanan dan Minuman Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini