8 Minyak Esensial untuk Bantu Pudarkan Bekas Luka

Rabu, 25 September 2019 15:16 Reporter : Tantri Setyorini
8 Minyak Esensial untuk Bantu Pudarkan Bekas Luka Ilustrasi minyak esensial. ©Pixabay/monicore

Merdeka.com - Minyak esensial dapat membantu mengurangi tampilan bekas luka. Minyak alami ini juga bisa membantu regenerasi sel-sel kulit kulit yang rusak. Ada juga minyak esensial yang berkhasiat menyembuhkan luka dan mencegah pembentukan jaringan parut.

Anda dapat mencoba berbagai kombinasi minyak esensial yang direkomendasikan Healthline berikut untuk memudarkan bekas luka.

1 dari 8 halaman

Minyak Esensial Helichrysum

Ilustrasi minyak esensial helichrysum. iStock

Minyak esensial helichrysum mengandung zat anti-inflamasi yang disebut arzanol. Zat ini berperan dalam penyembuhan luka.

Minyak esensial ini juga dapat membantu meningkatkan produksi kolagen dan memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu mencegah jaringan parut dengan meregenerasi sel-sel baru dan mencegah akumulasi radikal bebas.

2 dari 8 halaman

Minyak Esensial Frankincense

Ilustrasi minyak esensial frankincense. iStock

Minyak esensial frankincense membantu menenangkan kulit, meratakan warna kulit, dan membunuh bakteri. Karakteristik ini membuatnya berguna untuk merawat bekas luka.

Minyak esensial frankincense juga dapat meningkatkan pertumbuhan sel kulit baru, mengencangkan kulit, dan mengurangi tampilan bekas luka.

3 dari 8 halaman

Minyak Esensial Geranium

Ilustrasi minyak esensial geranium. Pixabay/silviarita

Sifat antiseptik, antimikroba, dan antibakteri di dalam minyak esensial geranium dapat membantu meringankan bekas luka. Penelitian pada 2013 menemukan bahwa minyak mawar geranium efektif dalam mencegah dan mengobati kondisi kulit yang meradang. Walaupun begitu, mungkin butuh setidaknya satu bulan untuk melihat hasilnya dengan minyak geranium.

4 dari 8 halaman

Minyak Esensial Lavender

Ilustrasi minyak esensial lavender. iStock

Minyak esensial lavender dapat membantu mencegah munculnya jaringan parut dengan mendorong pertumbuhan sel dan jaringan kulit. Pasalnya minyak lavender memiliki sifat antibiotik, antioksidan, dan antiseptik. Khasiat ini sudah dibuktikan lewat sebuah studi di tahun 2016.

5 dari 8 halaman

Minyak Esensial Biji Wortel

Ilustrasi minyak esensial carrot seed. iStock

Minyak esensial biji wortel (carrot seed) telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur yang berguna untuk mengobati bekas luka. Minyak ini mungkin sangat berguna dalam merawat bekas luka yang lebih tua. Namun Anda mungkin memerlukan waktu hingga satu bulan sebelum melihat hasilnya.

6 dari 8 halaman

Minyak Esensial Kayu Cedar

Ilustrasi minyak esensial cedar wood. iStock

Efek peremajaan kulit yang dimiliki minyak kayu cedar (cedar wood) berpotensi dalam mengobati berbagai masalah kulit, termasuk bekas luka. Minyak ini bisa mengurangi peradangan dan memberikan efek pereda nyeri pada luka.

7 dari 8 halaman

Minyak Pohon Teh

Ilustrasi tea tree oil. iStock

Minyak pohon teh (tea tree oil) memiliki potensi penyembuhan yang sangat besar karena efek antivirus, antibakteri, dan antijamur yang dimilikinya. Aktivitas antioksidan dan antimikroba dalam tea tree oil juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka.

8 dari 8 halaman

Minyak Esensial Neroli

Ilustrasi minyak esensial neroli. iStock

Minyak esensial neroli yang diekstrak dari bunga jeruk bisa digunakan untuk berbagai kondisi perawatan kulit. Minyak ini berguna untuk merawat bekas luka. Minyak neroli juga terbukti mengurangi rasa sakit dan peradangan kulit.

Itulah jenis-jenis minyak esensial yang berkhasiat menyembuhkan dan memudarkan bekas luka. [tsr]

Baca juga:
Pudarkan Bekas Luka dan Jerawat dengan Masker Kunyit

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini