7 Mitos keliru tentang orang-orang introvert

Rabu, 15 Oktober 2014 13:27 Reporter : Tantri Setyorini
7 Mitos keliru tentang orang-orang introvert Ilustrasi introvert. ©Shutterstock/Voyagerix

Merdeka.com - Menurut Carl Jung (1920) dalam bukunya berjudul Psychologische Typen pribadi yang introvert adalah orang-orang yang mendapatkan semangat jika diberikan waktu untuk menyendiri, bertolak belakang dengan orang-orang ekstrovert yang justru merasa paling hidup saat berada di keramaian.

Orang-orang yang memiliki kepribadian introvert biasanya diidentikkan dengan sifat pendiam, pemalu, dan tidak suka berteman. Padahal tidak selamanya seperti itu, lho. Orang yang memiliki kepribadian introvert pun masih membutuhkan interaksi sosial, meskipun dalam bentuk yang berbeda dengan orang-orang ekstrovert. Bisa saja seseorang terlihat ceria dari luar tetapi memiliki pribadi introvert. Dan sifat seperti ini sebenarnya juga punya banyak sisi positif, lho.

Apa saja mitos-mitos salah yang biasanya dikaitkan dengan orang-orang introvert? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Benci keramaian
Orang-orang yang memiliki kepribadian introvert seringkali dikira phobia keramaian, seolah-olah berada di tengah sekelompok orang bisa membuat mereka panik atau mendadak gagap.

Sebenarnya orang-orang seperti ini cuma lebih menyukai interaksi personal. Daripada pembicaraan tanpa arah dengan sekelompok orang, mereka lebih menghargai interaksi antar pribadi di mana perhatian kedua belah pihak terpusat pada satu sama lain.

2. Tidak suka bergaul
Bukannya tidak suka bertemu dengan orang baru atau beramah tamah. Hanya saja mereka bukan jenis orang yang mudah sok akrab atau pintar basa-basi untuk menghidupkan suasana.

Mereka terbiasa berbicara lugas dan seperlunya saja, jadi ini sering membuat mereka kesulitan menjaga intensitas obrolan dengan orang yang baru dikenal.

3. Menutup diri
Orang introvert biasanya dianggap suka menutup diri dari orang lain. Segala sesuatu dipendam sendiri. Benarkah?

Sebenarnya orang-orang introvert juga bisa terbuka kepada orang lain, kok. Tetapi mereka tidak bisa dengan mudah memercayakan masalah pribadi kepada sembarang orang. Mereka butuh orang yang benar-benar bisa dipercaya untuk menampung keluh-kesah.

4. Susah mencari teman
Orang-orang introvert memang sekilas tampak seperti orang yang kesulitan mendapatkan teman. Padahal itu sebenarnya karena mereka selektif dalam memilih teman. Hanya segelintir orang yang terbukti tulus dan bisa dipercaya yang bisa mendapat status kehormatan sebagai sahabat.

Jumlah teman si introvert memang tidak banyak, tetapi mereka benar-benar merasakan kedekatan emosional dengan orang-orang yang mereka anggap sahabat. Dan mereka sangat loyal menjaga pertemanan itu.

5. Penyendiri
Bukan berarti selalu sendirian. Orang introvert pun masih butuh interaksi sosial dan bisa bersenang-senang dengan sahabat-sahabat mereka. Tetapi sesekali mereka memang butuh ruang dan waktu untuk sendirian. Biasanya saat sedang marah atau perlu berpikir.

Saat mencari ilham mereka biasanya juga memilih sendirian karena dengan begitu mereka merasa bisa berpikir lebih jernih.

6. Tidak peka sekitar
Orang introvert tidak peka sekitar karena terlalu asyik dengan dunia mereka sendiri. Kata siapa? Orang introvert biasanya justru tipe penganalisis yang memperhatikan dan memikirkan hampir segala hal yang terjadi di sekitar mereka.

Meskipun butuh waktu berkualitas untuk sendirian, mereka justru perhatian terhadap banyak hal. Dengan sendirian mereka bisa mengamati detail-detail kecil yang sering terlewat ketika bersama orang lain.

7. Tidak cakap berbicara di depan publik
Kata siapa orang-orang introvert tidak pintar berbicara di hadapan orang banyak? Orang seperti ini bisa saja hebat dalam pidato atau wawancara.

Yang menjadi masalah buat mereka adalah ketika harus berinteraksi tanpa persiapan dalam percakapan biasa.

Itulah 7 mitos keliru tentang orang-orang introvert yang perlu kamu ketahui. [tsr]

Baca juga:

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini