7 Alasan kamu harus berhenti overthinking dalam menjalani hubungan

Minggu, 8 April 2018 06:02 Reporter : Tantri Setyorini
7 Alasan kamu harus berhenti overthinking dalam menjalani hubungan Ilustrasi wanita sedih. © MBC

Merdeka.com - Perasaan memiliki alias posesif terhadap pasangan kadang membuat seseorang jadi mudah berpikiran negatif. Takut sang pacar melirik pria lain. Bertanya-tanya apakah si dia sudah jenuh dengan dia. Pokoknya segala hal jadi bahan overthinking.

Berhati-hati dalam menjalin hubungan itu perlu. Tetapi jangan lantas jadi overthinking. Khawatir berlebihsan seperti ini bisa menjadi biang masalah di antara kamu dan pasangan. Pasalnya overthinking akan mempengaruhi bagaimana Anda berkomunikasi dan keintiman fisik dengan pasangan.

Berikut ini beberapa alasan kenapa kamu harus berhenti overthinking dalam menjalin hubungan, dilansir dari Boldsky (3/4).

Bisa jadi awal dari pertengkaran

Bagaimana bisa nggak berantem kalau telat telepon sedikit sudah dituduh nggak perhatian? Alpa mengabari sekali saja sudah dibilang tidak menghargai. Pacar paling sabar sekali pun lama-lama bakal capek dan ikut naik darah.

Membunuh esensi cinta

Terlalu banyak berpikir negatif dapat membunuh esensi cinta karena kamu terus memikirkan semua alasan mengapa dan bagaimana ia jatuh cinta kepadamu. Kalau sudah begini kamu justru melupakan hal terpenting, fakta bahwa dia mencintai kamu.

Demikian pula ketika kamu memikirkan masalah secara berlebihan. Tidak segera dicari solusinya, tetapi malah diubek-ubek alasan dan akar permasalahannya saja. Menjalani hubungan dengan cara begini akan membuat kamu dan pasangan merasa seperti sedang mendaki bukit terjal setiap saat. Capek, kan?

Membuatmu terus-menerus merasa tak aman

Overthinking membuatmu merasa khawatir setiap waktu. Segala hal yang dia lakukan untukmu harus dipertanyakan segala. Perlahan-lahan kamu berubah jadi pasangan yang paranoid, sampai merasa perlu untuk stalking dan mengenakan wajib lapor segala.

Menghilangkan rasa saling percaya

Kepercayaan menjadi pintu kebahagiaan dalam hubungan. Jika kamu terlalu banyak berpikir dalam hubungan, kepercayaan akan menjadi prioritas terakhir. Mempercayai adalah komponen kunci dari suatu hubungan dan terlalu banyak berpikir membuat hubungan menjadi lebih rentan.

Jadi lupa cara bersyukur

Semua hal yang bersliweran di kepalamu akan membuat kamu selalu menemukan kesalahan dalam pasangan dan hubungan yang kalian jalani. Rasanya pasangan seperti tak pernah melakukan sesuatu dengan benar. Padahal pasti sudah banyak yang dia lakukan untukmu. Tetapi kamu lupa cara untuk mensyukurinya gara-gara overthinking melulu.

Bikin sedih tanpa alasan

Overthinking membuatmu tidak bahagia dalam hubungan. Kamu jadi lebih mudah sedih dan mencemaskan hubungan tanpa alasan. Akhirnya kamu justru merasa lebih stres daripada ketika tidak punya pasangan.

Bikin pasangan tak betah

Kalau koflik yang ditimbulkan oleh sifat overthinking kamu sudah menumpuk dan berlarut-larut, tinggal tunggu meledaknya saja. Kalau frustrasi sang pacar sudah mencapai titik jenuh, bisa-bisa kamu ditinggalkan. Akhirnya kecurigaan-kecurigaan tak beralasan yang kamu pelihara selama ini terjadi dan kamu sendiri yang membuatnya terwujud.

Itulah alasan-alasan mengapa kamu harus berhenti overthnking dalam menjalani hubungan. Jatuh cinta itu perasaan yang indah. Jadi sebisa mungkin singkirkan sikap overthinking itu dan nikmati setiap momennya. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini