5 Pertanyaan yang Perlu Dijawab jika Ragu Keluar dari Hubungan Toxic

Rabu, 3 April 2019 04:00 Reporter : Tantri Setyorini
5 Pertanyaan yang Perlu Dijawab jika Ragu Keluar dari Hubungan Toxic Ilustrasi kekerasan dalam hubungan. ©Shutterstock

Merdeka.com - Memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan seseorang yang sangat disayangi tentunya sulit untuk dilakukan. Tetapi kadang langkah seperti ini perlu diambil demi kesehatan mental. Pasalnya hubungan yang sedang dijalani bersifat toxic alias beracun.

Masalahnya keraguan selalu melanda, sehingga kita terus menunda-nunda untuk mengambil keputusan yang pada akhirnya tetap harus dibuat. Alasannya masih cinta, sayang melepaskan investasi energi dan perasaan yang sudah terlanjur dicurahkan selama ini.

Kalau Anda terjebak dalam hubungan toxic dan ragu untuk memutuskan selesai, berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang harus Anda jawab dengan jujur.

1. Apakah kebersamaan kalian masih mendatangkan bahagia?

Pada masa-masa awal kalian bersama, mungkin segalanya memang terasa indah. Tetapi apakah keadaannya masih sama? Masihkah kalian menikmati kebersamaan? Masih seringkah kalian tertawa bersama dengan perasaan yang jujur?

2. Apakah kamu merasa pikiranmu seperti sedang dipermainkan?

Apakah sikapnya kepadamu berubah-ubah? Kadang dia tampak begitu perhatian, lalu beberapa hari kemudian justru bersikap dingin. Rasanya seperti pikiranmu sedang dipermainkan olehnya.

3. Apakah dia masih memberikan waktu dan perhatiannya?

Apakah dia sudah tak pernah menanyakan keadaan Anda lagi? Apakah dia masih rutin menunjukkan perhatian-perhatian kecil yang dulu biasa dilakukannya dan membuat Anda jatuh cinta? Paling penting, apakah dia masih mendengarkan apa yang Anda katakan?

4. Apakah situasi tak menyenangkan terus berulang?

Apakah Anda dan pasangan seakan terjebak dalam siklus pertengkaran dan momen-momen berbaikan berulang-ulang? Sebuah hubungan memang sudah sewajarnya tak selalu mulus. Tetapi jika kondisinya selalu terjal, masihkah perlu diperjuangkan?

5. Apakah Anda bertahan demi alasan yang keliru?

Jujurlah kepada diri sendiri. Apakah kadang Anda berpikir kalau alasan sebenarnya Anda tidak memutuskan si dia adalah karena Anda takut sendirian? Takut tidak bisa jatuh cinta lagi atau takut tidak akan pernah menemukan seseorang yang mencintai Anda lagi?

Anda pasti menyadari ini bukan alasan yang tepat untuk bertahan di dalam sebuah hubungan. Apalagi sebuah hubungan yang bersifat toxic.

Nah, jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan jujur. Kemudian putuskan apa yang harus Anda lakukan. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini