5 Makanan lezat yang jadi sajian khas musim gugur di Korea

Rabu, 1 Oktober 2014 12:00 Reporter : Tantri Setyorini
5 Makanan lezat yang jadi sajian khas musim gugur di Korea Kepiting biru Korea. ©2014 Merdeka.com/english.visitkorea.or.kr

Merdeka.com - Bulan September dan Oktober seperti ini adalah waktunya musim gugur di beberapa negara, termasuk di antaranya Korea Selatan. Negeri asal K-Pop ini menawarkan berbagai keunikan khas musim gugur. Mulai dari pemandangan daun-daun berguguran yang cantik, festival musim gugur yang serba seru, hingga kuliner khas musim gugur yang sayang untuk dilewatkan.

Saat datangnya musim gugur juga diiringi dengan datangnya musim beberapa jenis makanan. Misalnya saja kepiting dan jamur yang melimpah di musim gugur. Makanan yang sedang musim seperti ini memiliki kualitas terbaik dari segi rasa dan nilai gizi.

Berikut ini beberapa makanan musiman yang sering dijumpai di Korea saat musim gugur, dirangkum dari situs Visit Korea.

1 dari 5 halaman

Kepiting biru

Kepiting biru Korea. ©2014 Merdeka.com/english.visitkorea.or.kr

Kepiting biru adalah makanan laut yang banyak dijumpai saat musim semi dan musim gugur. Saat musim semi kepiting biru betina yang rasanya paling lezat. Sementara saat musim gugur seperti sekarang, kepiting jantan yang jadi primadona. Karena sedang musimnya, jangan heran kalau berkunjung ke Korea Anda akan disuguhi kepiting jantan dengan daging berlimpah yang bercita rasa manis.

Biasanya kepiting biru dimasak menjadi sup pedas dengan sayuran dan makanan laut lainnya, atau bisa juga dikukus, dikupas, dan dimakan tanpa bumbu. Kadang kepiting biru juga dihidangkan sebagai gejang, berupa kepiting mentah yang direndam dalam kecap atau saus pasta cabai.

Topik pilihan: Kuliner Unik | Kuliner ekstrem | Lokasi Wisata

2 dari 5 halaman

Kesemek

Ilustrasi kesemek. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/9comeback

Kesemek merupakan buah yang umum dikonsumsi warga Korea, terutama saat musim gugur. Produsen kesemek terbesar adalah daerah Sangju-si di Gyeongsangbuk-do. Buah ini biasa disajikan sebagai makanan penutup, buah kering, diserut sebagai campuran es, salad, atau untuk bahan pembuatan cuka.

Kesemek sangat manis pada musim gugur dan umumnya dinikmati sebagai makanan penutup. Kadang kesemek juga diolah menjadi buah kering yang disebut gotgam. Gotgam dibuat dengan cara dikeringkan di bawah sinar matahari musim gugur.

Kesemek mengandung banyak nutrisi, antara lain vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Buah ini sangat baik untuk kesehatan, terutama jika dikonsumsi saat cuaca dingin dan berangin di musim gugur. Di Korea bahkan ada pepatah yang berbunyi "Hanya berdiri di bawah pohon kesemek saja Anda pasti mendapatkan manfaat kesehatan."

Topik pilihan: Kuliner Unik | Kuliner ekstrem | Lokasi Wisata

3 dari 5 halaman

Jamur pinus

Makanan musim gugur Korea. ©2014 Merdeka.com/www.seouleats.com

Jamur berukuran kecil ini biasanya tumbuh liar di dekat pepohonan pinus. Jamur pinus biasanya dipanen dari daerah pegunungan di Taebaek dan Sobaek saat musim gugur. Warga Korea percaya kalau jamur pinus adalah jenis jamur terbaik yang dapat dikonsumsi di Korea.

Jamur pinus memiliki nilai gizi tinggi dan khasiat untuk mencegah penyakit kanker dan melindungi perut. Jamur ini harganya mahal karena tidak dapat dibudidayakan. Walaupun begitu makanan ini sangat diminati berkat rasanya yang lezat dan nilai gizinya yang tinggi. Jamur ini biasanya diiris dan dipanggang, atau dijadikan bahan campuran sup abalone dan daging sapi, atau dicampur dengan kukusan nasi.

Topik pilihan: Kuliner Unik | Kuliner ekstrem | Lokasi Wisata

4 dari 5 halaman

Songpyeon

Kue Songpyeon. ©2014 Merdeka.com/www.koreataste.org

Musim gugur adalah saatnya warga Korea menyantap Songpyeon. Menurut Wikipedia, songpyeon adalah kue tradisional yang biasa disajikan saat perayaan. Kue kukus ini termasuk jenis tteok, sebutan untuk makanan kecil yang terbuat dari ketan.

Songpyeon berbentuk seperti bulan sabit dalam berbagai warna.Bagian dalamnya diisi biji wijen dan madu, selai kacang merah, atau cokelat leleh. Kue ini kemudian dikukus di atas tumpukan daun pinus jarum untuk memberikan aroma pohon pinus segar. Dari sanalah kata song dari songpyeon yang berarti pinus berasal. Biasanya songpyeon juga disajikan dengan daun-daun pinus jarum sebagai hiasan.

Makanan yang masih bersaudara dengan tteokbokki ini merupakan bagian penting dari tradisi festival musim gugur Chuseok. huseok adalah festival panen yang dirayakan warga Korea pada hari ke-15 bulan ke-8. Saat Chuseok biasanya warga Korea menyiapkan berbagai makanan tradisional untuk persembahan bagi leluhur, antara lain buah anggur, pir, apel. ikan, ayam, dan kue-kue kecil di meja altar.

Topik pilihan: Kuliner Unik | Kuliner ekstrem | Lokasi Wisata

5 dari 5 halaman

Hangwa

Hangwa. ©2014 Merdeka.com/www.agrafood.co.kr

Makanan tradisional lain yang populer Korea selama Chuseok adalah Hangwa. Hangwa adalah kue-kue hantaran yang dibuat dengan bentuk-bentuk cantik, dihiasi warna-warna alami dan pola. Hangwa dibuat dengan bahan-bahan bergizi tinggi, seperti tepung beras, madu, buah-buahan, dan akar-akaran. Karena pembuatannya yang rumit dan kesan eksklusif di dalamnya, hangwa tidak hanya disajikan selama Chuseok, tetapi juga untuk pernikahan, pesta ulang tahun, dan pertunangan.

Jenis hangwa yang paling terkenal adalah Hangwa Yakgwa, Yugwa, dan Dasik. Yakgwa adalah kukis herbal yang terbuat dari adonan bola nasi ketan yang digoreng dan Yugwa adalah kue goreng yang berbentuk seperti bunga. Sementara dasik adalah kue yang biasa dinikmati dengan teh.

Itulah 5 makanan yang jadi hidangan khas musim gugur di Korea Selatan. Tertarik untuk mencoba? [tsr]

Baca juga:
Usung konsep seksi, restoran ini raup pendapatan 165 juta Dollar
Restoran burger Denmark jual hamburger plus sex toy
Bosintang, sup daging anjing yang jadi favorit warga Korea
Songpyeon, kue manis dan imut yang jadi primadona musim gugur
Malban, permen tradisional Lebanon spesial di Idul Adha

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini