5 Cara atasi 'momen canggung' dalam bersosialisasi

Senin, 25 April 2016 07:00 Reporter : Indra Cahya
5 Cara atasi 'momen canggung' dalam bersosialisasi Ilustrasi momen canggung. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Setiap orang memiliki pengalaman canggung dalam hidupnya. Yang membedakan pengalaman canggung tiap individu adalah cara menyikapinya. Ada orang yang jadi super 'cool' dalam menghadapi hal apapun, meski hal tersebut berpotensi menimbulkan canggung yang luar biasa. Sebaliknya ada juga orang yang bahkan di situasi biasa saja dia akan terasa canggung luar biasa.

Hal ini memang sulit untuk dikendalikan. Namun mengingat kita tidak bisa terus-terusan jadi orang yang terkungkung dalam ketakutan berkomunikasi, hal ini harus dilawan. Banyak sekali situasi sosial yang harus dihadapi, seperti wawancara kerja, beradaptasi dengan lingkungan baru, ataupun untuk mencari jodoh. Jangan sampai kita jadi orang yang gagal hanya karena tidak bisa bersikap dalam sebuah situasi.

Jangan khawatir, hal ini bisa diminimalisir. Tentu dengan keberanian dalam bersosialisasi, ketakutan dalam berkomunikasi yang membuat suasana jadi canggung bisa berkurang.

1. Lebih terbuka

Orang yang canggung biasanya adalah orang yang punya otak yang terlalu 'sibuk' sendiri. Mereka terlalu banyak mikir, terlalu banyak 'multitasking' secara fisik dan mental sehingga dia tidak membuka diri ke orang lain. Jika hal ini dibawa ke percakapan dengan orang lain, tentu hal ini adalah hal yang tidak baik.

Hal yang tidak disadari oleh seseorang adalah, jika kita berkomunikasi dengan seseorang dan di dalam kepala kita terdistraksi oleh pemikiran dan emosi lain, orang tersebut akan menyadarinya. Hal ini akan terlihat dari tatapan mata yang tak fokus, reaksi yang agak lambat, atau justru sibuk dengan smartphone.

Hal ini tentu membuat orang lain merasa tidak enak, dan juga tak merasa penting.

Inilah yang harus dibuang oleh banyak orang yang bermasalah dengan ketakutannya. Jangan takut salah, jangan takut untuk 'speak up' ketika berada dalam percakapan, dan coba untuk lebih fokus membuka diri.

2. Fokus ke lawan bicara atau orang lain

Ini adalah salah satu hal yang paling esensial dalam berkomunikasi. Jangan terlalu memikirkan bagaimana 'performa' kita dalam suatu obrolan, pikirkanlah orang lain bagaimana perasaan dia dalam komunikasi tersebut.

Jika kita terlalu memikirkan performa kita dalam berbicara, tentu kita tak akan berfokus pada pesan yang disampaikan lawan bicaramu, bahkan apa yang kita sendiri omongkan pun belum tentu bisa kita atur.

Cobalah untuk lebih lepas, simak baik-baik apa yang ingin disampaikan oleh lawan bicaramu, dan sebaik mungkin tanggapi dengan opini sesuai perspektif yang kamu miliki.

3. Latihan dan merefleksi diri

Kecanggungan dalam bersosialisasi adalah sebuah siklus yang buruk. Makin kamu tak mencoba, makin terkubur dirimu dalam kecanggungan tersebut.

Jadi hal paling mudah untuk meningkatkan kemampuan dalam bersosialisasi adalah dengan terjun langsung, dan secara sadar jadi bagian dalam situasi tersebut. Setelah terjun dan merasakan sendiri, kita harus mengevaluasi diri sendiri, apakah tujuan dan pesan yang diinginkan tersampaikan dalam percobaan tersebut.

Cobalah untuk terjun di hal yang kamu sukai dulu. Misalnya kamu suka game, coba untuk berkumpul bersama sesama gamer, dan coba untuk bertukan pikiran di forum tersebut. Sampaikan opini yang kamu punya, tanpa takut salah. Jangan takut untuk dihakimi, karena dari situ biasanya kecanggungan muncul.

4. Ikut kelas teater, public speaking, atau stand-up comedy

Kebanyakan, perasaan canggung muncul dari 'overthinking,' atau terlalu banyak pikiran cemas. Pemikiran cemas itu adalah buah dari rasa takut. lawan rasa takut tersebut dengan mengikuti kelas teater, public speaking, atau stand-up comedy. Beberapa hal tersebut 'memaksa' kalian untuk jadi orang yang berani tampil di depan umum.

Makin tinggi kemampuan dalam menampilkan sesuatu di depan umum, tanpa terasa kemampuan sosialisasi kita akan meningkat dengan sendirinya.

5. Bertanya

cara paling mudah untuk membuat orang lain lebih rileks dan punya ruang lebih untuk mengekspresikan perasaan dan pemikirannya, adalah dengan bertanya sesuatu kepadanya. Hal ini akan membuatnya nyaman, sehingga 'tekanan' yang muncul dalam benak kita sendiri, tentu akan berkurang.

Coba observasi sesuatu yang ada tentang dirinya, dan cari sebuah pertanyaan yang relevan untuk ditanyakan. Usahakan untuk mengisi keheningan dengan pertanyaan, agar situasi canggung tak akan muncul dalam bersosialisasi. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Tips Karir
  2. Top List
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini