5 Alasan yang membuat Jakarta nggak keren lagi

Selasa, 12 September 2017 07:00 Reporter : Ayu Miranti
5 Alasan yang membuat Jakarta nggak lagi keren. ©shutterstock

Merdeka.com - Jakarta, pusat dari Indonesia dan kota yang seakan tidak pernah tidur. Hal ini tentu tak lepas dari peran Jakarta sebagai ibukota negara sehingga membuat semua orang berbondong-bondong pergi ke sana. Mulai dari yang optimis menatap masa depan dengan sebuah pekerjaan, hingga yang bermodal nekat dan meninggalkan kampung halaman untuk menjemput rejeki di kota metropolitan ini.

Namun semakin lama, Jakarta seperti kehilangan arah. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat tidak dibarengi dengan perkembangan kota yang baik. Mulai banyak pakar tata ruang yang menyebutkan Jakarta tak lagi layak huni.

Berikut adalah alasan Jakarta tak lagi se-keren dahulu.

Macet

Kemacetan menjadi masalah terbesar yang dimiliki oleh Jakarta. Karena merupakan pusat bisnis dan memiliki banyak lapangan kerja, semua orang pun berbondong-bondong pergi ke sana. Alhasil, kemacetan pun tak terhindarkan. Dukungan infrastruktur masih terlalu minim untuk kota sebesar Jakarta. Terjebak macet berjam-jam sudah menjadi hal biasa, padahal seharusnya tidak biasa karena bisa merusak mental dan mengganggu jadwal beraktivitas.

Angka Kriminalitas yang Tinggi

Pertumbuhan penduduk yang pesat tidak dibarengi dengan adanya lapangan kerja yang cukup bagi warga Jakarta. Karena banyak yang tidak kebagian, sebagian dari mereka memilih menggunakan tenaga kerjanya untuk berbuat jahat. Angka kriminalitas pun meninggi. Jambret, copet, begal, rampok, dan berbagai profesi kejahatan lainnya merajalela. Jakarta pun tak lagi aman.

Banjir

Persoalan banjir seperti melekat pada masyarakat Jakarta. Hidup di dataran yang lebih rendah dengan pembangunan di daerah lain yang tak menghiraukan dampak lingkungan membuat Jakarta dalam keadaan bahaya. Setiap kali hujan, setiap kali pula terjadi banjir.

Biaya dan Gaya Hidup Mahal

Bisakah bertahan hidup di Jakarta dengan gaji UMR? Pertanyaan itu terus terngiang di kepala mereka yang ingin melamar kerja di ibukota. Sebenarnya bisa saja, asalkan bisa menahan diri habis-habisan. Tapi pergaulan masyarakat yang sering kali menuntut gaya hidup tinggi membuat orang tak lagi berpikir untuk hidup konsumtif. Pada akhirnya, kesempatan untuk menabung tak pernah ada. Bertahun-tahun kerja, saldo rekening di bank masih saja minim.

Kualitas Hidup Menurun

Angka kemacetan yang tinggi tak cuma bikin frustasi. Warga Jakarta pun semakin kehilangan kesempatannya untuk menikmati kehidupan yang lebih baik. Polusi yang begitu tinggi, hilangnya kesempatan untuk menyehatkan diri dengan jalan kaki, wajah yang terus cemberut karena frustasi di jalanan, dan berbagai permasalahan lainnya membuat kian banyak orang berpikir untuk memiliki ‘Jakarta baru.’

Sebentar lagi Jakarta baru itu akan terwujud. Ketika ibukota seperti sulit untuk diubah, tiba saatnya untuk menatap masa depan di daerah baru yang lebih menjanjikan. Jakarta baru memang sedang dipersiapkan oleh Lippo Group dengan nama Kota Meikarta. Hunian apartemen Cikarang ini diperkirakan akan berkembang menjadi sebuah kota se-keren New York atau Tokyo.

Berbagai fasilitas untuk menjadikan Meikarta sebagai kota mandiri pun telah dipersiapkan. Sistem tata ruang yang lebih baik dengan sebuah taman seluas 100 hektar menjadi andalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Meikarta. Ditambah dengan dukungan infrastruktur dan kawasan industri yang maju pesat di Cikarang, membuat Meikarta kini diidamkan oleh banyak orang.

Saatnya untuk menata kehidupan yang lebih baik bersama Meikarta. Untuk informasi selengkapnya, kunjungi situs resminya di meikarta.com. [ayu]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Meikarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.