5 Alasan Orangtua Perlu Membiarkan Anak Gagal

Rabu, 23 Oktober 2019 11:36 Reporter : Tantri Setyorini
5 Alasan Orangtua Perlu Membiarkan Anak Gagal Ilustrasi ayah dan anak. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Tidak ada satu orang pun yang ingin gagal. Begitu juga orangtua yang pasti lebih senang melihat anak mereka berhasil. Namun mencicipi kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari fase kehidupan seorang manusia. Ada nilai pembelajaran di balik pengalaman tidak menyenangkan tersebut.

Satu hal yang tidak dibutuhkan seorang anak di periode tumbuh kembangnya adalah orangtua yang tidak mampu memaklumi kegagalan. Anak perlu didorong untuk menjadi manusia yang bertujuan mencapai keberhasilan. Namun kegagalan mereka pun perlu dimaklumi.

Dilansir dari SheKnows (18/10), berikut ini beberapa alasan orangtua harus membiarkan anak gagal.

1 dari 5 halaman

Mengajarkan Kegagalan Bukan Sesuatu yang Perlu Ditakuti

Jika orangtua bersikap suportif saat anak menemui kegagalan, bukan berarti mereka membiarkan anak tumbuh menjadi manusia yang tidak punya ambisi, lemah, atau bahkan tidak punya jiwa kompetitif.

Poin penting dari mendukung seorang anak yang baru mengalami kegagalan adalah mengajak mereka untuk memahami bahwa kegagalan bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Gagal itu wajar dan mereka perlu tahu itu.

2 dari 5 halaman

Anak Bisa Belajar untuk Bangkit dan Mencapai Tujuan Lebih Baik

Jika orangtua menunjukkan keyakinan mereka terhadap kemampuan sang anak tanpa campur tangan, meskipun dia sudah gagal berkali-kali, kemungkinan besar keyakinan itu juga bakal tertanam di benak si anak. Dia akan mencoba berkali-kali lagi sampai berhasil.

dan anak

2018 Merdeka.com/Pixabay

Menurut psikolog Lynn Margolies, PhD, orangtua yang suka ikut campur atau membantu anak secara berlebihan bukannya menjauhkan mereka dari kegagalan. Sikap seperti ini justru membuat anak tidak percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri.

3 dari 5 halaman

Menjadikan Anak Tumbuh dengan Mental yang Sehat

Salah besar jika memaklumi kegagalan bisa melemahkan mental seorang anak. Menurut Child Mind Institute, anak yang memelihara gagasan bahwa gagal adalah hal tak termaafkan justru lebih rentan mengalami gangguan kecemasan, takut mencoba hal baru, dan tidak bisa beradaptasi terhadap perubahan di sekelilingnya.

4 dari 5 halaman

Anak Akan Merasa Dicintai

Anak yang tidak bahagia adalah anak yang merasa tidak dicintai. Orangtua penuntut yang selalu mengritik kegagalan anaknya hanya melahirkan manusia dewasa yang merasa tidak dicintai oleh siapapun. Anak yang tumbuh dengan orangtua seperti ini bahkan kesulitan untuk mencintai diri sendiri.

5 dari 5 halaman

Anak Akan Lebih Menghargai Keberhasilan

Anak yang tidak pernah dibiarkan mencicipi kegagalan oleh orangtuanya tidak akan mengerti nikmatnya mencapai keberhasilan. Anak seperti ini tidak akan menghargai pentingnya proses dan upaya dalam mengejar sesuatu.

Jadi itulah alasan-alasan penting kenapa orangtua harus membiarkan anak mencicipi kegagalan. [tsr]

Baca juga:
Ketenangan Orangtua Dibutuhkan Ketika Hadapi Anak yang Demam
Penyebab Mengapa Bayi Menjadi Rewel Saat Diletakkan di Boks dan Cara Mengatasinya
Berbagi Cerita dengan Anak Bisa Bantu Perkembangan Otak Anak
Kedekatan Ibu-Anak Bukan Sekadar Mitos, Ini Alasan Logisnya
Ini Cara yang Bisa Dilakukan Orangtua Ketika Buah Hati Lakukan Gerakan Tutup Mulut

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Parenting
  3. Ibu Dan Anak
  4. Pendidikan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini