3 Hal berharga yang dipelajari Bill Gates dari Warren Buffett

Kamis, 4 Desember 2014 14:38 Reporter : Destriyana
3 Hal berharga yang dipelajari Bill Gates dari Warren Buffett Bill Gates dan Warren Buffett. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Bill Gates dan Warren Buffett adalah dua tokoh penting dalam dunia bisnis. Mereka bahkan sama-sama disebut dalam jajaran orang terkaya dunia di berbagai majalah ternama, seperti Forbes.

Bill Gates sendiri dikenal sebagai seorang tokoh bisnis, filantropis, investor, programmer komputer, dan penemu. Berdasarkan data Bloomberg Billionaires List, mantan kepala eksekutif dan ketua Microsoft ini kembali menjadi orang terkaya di dunia pada bulan Mei 2013, posisi itu didapatkannya lagi setelah sebelumnya menjadi orang terkaya di tahun 2007. Rekornya sempat direbut oleh Carlos Slim pada Juli 2014. Namun pada Oktober 2014, dia kembali menjadi orang terkaya di dunia.

Seperti halnya Bill Gates, Warren Buffett juga merupakan seorang tokoh bisnis, investor dan dermawan Amerika. Dia disebut sebagai investor paling sukses di abad ke-20. Warren sendiri merupakan ketua, CEO dan pemegang saham terbesar Berkshire Hathaway, dan secara konsisten masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Dia sempat menjadi orang terkaya di dunia pada tahun 2008, dan terkaya ketiga di tahun 2011. Pada 2012 lalu, dia menjadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia.

Bill Gates yang menjadi salah satu LinkedIn Influencer, telah mem-posting ulasan ini di LinkedIn. Dalam ulasannya, dia menulis bahwa dia telah belajar beberapa hal dari Warren dan mendapatkan wawasan tentang bagaimana pria itu berpikir. Kini, Anda pun bisa mengetahui tiga hal yang telah dipelajarinya dari konglomerat dunia Warren Buffett. Penasaran? Berikut adalah ulasan lengkapnya yang dilansir businessinsider.com.

1. Ini bukan hanya tentang investasi.

Hal pertama yang dipelajari dari seorang Warren Buffett, tentu saja, adalah caranya berpikir tentang investasi. Itu wajar, mengingat dia memiliki track record yang luar biasa. Sayangnya, kebanyakan orang hanya berhenti di situ, dan mereka kehilangan fakta bahwa Warren memiliki kerangka pemikiran bisnis yang sangat kuat.

Sebagai contoh, dia mengatakan bahwa pemegang saham harus bertindak seolah-olah dia memiliki seluruh bisnis tersebut, melihat laju masa depan laba dan memutuskan apakah itu layak. Dan Anda harus bersedia untuk mengabaikan pasar daripada mengikutinya, karena Anda ingin mengambil keuntungan dari kesalahan pasar.

"Saya harus mengakui, ketika saya pertama kali bertemu Warren, fakta bahwa dia memiliki kerangka ini adalah sebuah kejutan bagi saya. Saya bertemu dengannya di sebuah acara makan malam ibu saya," terang Bill.

Bill berpikir bahwa Warren hanya memanfaatkan berbagai hal yang berhubungan dengan pasar - seperti volume, atau bagaimana harga berubah dari waktu ke waktu - untuk membuat sebuah keputusan. Tetapi ketika mereka bertemu, Warren sama sekali tidak bertanya kepada Bill tentang hal itu.

Sebaliknya, Warren mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan besar tentang dasar-dasar bisnis mereka. Seperti, "Mengapa IBM tidak bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Microsoft?", "Mengapa Microsoft begitu menguntungkan?". Saat itulah Bill menyadari bahwa Warren memiliki cara berpikir yang jauh lebih mendalam daripada yang dikiranya. [des] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini