11 Abad warga Nordlingen tak tahu kota mereka dibangun dari 72.000 ton berlian

Senin, 4 Desember 2017 10:44 Reporter : Tantri Setyorini
11 Abad warga Nordlingen tak tahu kota mereka dibangun dari 72.000 ton berlian Nordlingen, kota yang terbuat dari berlian di Jerman. © Education Images/Getty Images

Merdeka.com - Dua ahli geologi membuat isi buku sejarah direvisi

Kebenaran mengenai asal usul Nordlingen terungkap setelah dua ahli geologi, Eugene Shoemaker dan Edward Chao mengunjungi kota tersebut pada tahun 1960-an. Setelah mempelajari lanskap kota tersebut dari kejauhan, mereka menyadari kalau ciri-ciri kawah Nordlingen tidak sepenuhnya memenuhi kriteria kawasan vulkanik.

Setelah melakukan pengamatan langsung di Nordlingen, keduanya menemukan fakta kalau kawah terbentuk karena pergerakan dari atas, bukan dari bawah seperti kawah letusan gunung berapi. Penelitian lebih jauh oleh para ilmuwan membuktikan kebenaran hipotesis keduanya.

Nordlingen, kota yang terbuat dari berlian di Jerman ©2017 BBC/Julie Ovgaard

"Buku-buku sekolah mengajarkan kalau tanah ini terbentuk karena aktivitas gunung berapi," kata Roswitha Feil, salah satu warga. "Lalu diketahuilah kalau itu disebabkan karena asteroid dan mereka harus mengubah isi seluruh buku sekolah yang ada."

Astronot Apollo harus belajar ke Nordlingen sebelum ke bulan

Suevite sebenarnya bukan batu yang begitu langka hingga tak bisa ditemukan di luar Nordlingen. Namun hanya kota itu yang memiliki suevite dengan konsentrasi berlian sedemikian banyak di muka bumi.

"Anda bisa menemukan tempat-tempat lain di mana material yang terbentuk dari asteroid digunakan untuk bangunan, tetapi jumlahnya bahkan tidak bisa mendekati ini," tutur Dr. Stefan Holzl, ahli geologi dan direktur RiesKrater Museum.

Nordlingen, kota yang terbuat dari berlian di Jerman ©2017 BBC/Julie Ovgaard

Selain suevite, material bangunan di Nordlingen juga mengandung pecahan meteorit. Sementara hutan cemara yang mengelilingi kota berdiri di atas tanah subur yang juga merupakan dampak dari hantaman asteroid tersebut. Pendeknya, kondisi alam di Nordlingen memang benar-benar unik.

Menurut keterangan Holzl, bahkan para astronot Apollo 14 dan Apollo 16 yang hendak melakukan misi ke bulan menyempatkan diri berkunjung ke sana untuk belajar. Di sana mereka mempelajari jenis-jenis batuan yang kemungkinan bisa ditemukan di bulan. Dengan begitu mereka bisa mengira-ngira sampel batu seperti apa yang harus dibawa pulang ke bumi. [tsr] SEBELUMNYA

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini