Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
10 Fakta Situs Manusia Purba Sangiran, Sumber Ilmu Arkeologi Terpenting Kepunyaan Indonesia

10 Fakta Situs Manusia Purba Sangiran, Sumber Ilmu Arkeologi Terpenting Kepunyaan Indonesia

Situs manusia purba Sangiran telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu dari empat situs warisan budaya dunia di Indonesia pada tahun 1996.

Indonesia memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa, salah satunya adalah situs manusia purba Sangiran di Jawa Tengah.

Situs ini menyimpan jejak-jejak kehidupan manusia sejak jutaan tahun yang lalu, yang membantu kita memahami evolusi manusia.

Berikut adalah 10 fakta menarik tentang situs Sangiran yang perlu Anda ketahui.

1. Sangiran adalah Warisan Budaya Dunia Terpenting

1. Sangiran adalah Warisan Budaya Dunia Terpenting

Situs Sangiran diakui oleh UNESCO sebagai salah satu dari empat situs warisan budaya dunia di Indonesia pada tahun 1996.

Pengakuan ini diberikan karena situs Sangiran memiliki nilai universal yang luar biasa untuk ilmu pengetahuan dan pendidikan tentang asal-usul manusia.

2. Sangiran Terletak di Lembah Sungai Bengawan Solo

2. Sangiran Terletak di Lembah Sungai Bengawan Solo

Situs Sangiran memiliki luas sekitar 56 km² dan meliputi dua kabupaten, yaitu Sragen dan Karanganyar.

Situs ini terletak di lembah Sungai Bengawan Solo, yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa.

Lembah ini dikelilingi oleh pegunungan dan bukit-bukit, yang membentuk lanskap alam yang indah.

3. Sangiran Menyimpan Lebih dari 100 Fosil Manusia Purba

3. Sangiran Menyimpan Lebih dari 100 Fosil Manusia Purba

Situs Sangiran merupakan situs manusia purba terbesar dan terpenting di dunia, karena telah ditemukan lebih dari 100 fosil manusia purba di sini.

Fosil-fosil ini mencakup 50% lebih temuan fosil Homo erectus di dunia, dan lebih dari 60% yang ditemukan di Indonesia.

Fosil-fosil ini berasal dari berbagai periode zaman prasejarah, mulai dari 1,6 juta tahun yang lalu hingga 150 ribu tahun yang lalu.

4. Sangiran adalah Tempat Penemuan Manusia Jawa

4. Sangiran adalah Tempat Penemuan Manusia Jawa

Salah satu fosil manusia purba yang paling terkenal yang ditemukan di Sangiran adalah Manusia Jawa atau Pithecanthropus erectus.

Fosil ini pertama kali ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald pada tahun 1934 dengan bantuan penduduk setempat.

Manusia Jawa adalah jenis Homo erectus arkaik, yang hidup sekitar 1,6 juta tahun yang lalu.

Manusia Jawa memiliki ciri-ciri seperti postur tubuh tegak, kapasitas otak sekitar 900 cc, dan alis menonjol.

5. Sangiran juga Menyimpan Fosil Hewan dan Tumbuhan purba

5. Sangiran juga Menyimpan Fosil Hewan dan Tumbuhan purba

Selain fosil manusia purba, situs Sangiran juga menyimpan fosil-fosil hewan dan tumbuhan purba, yang memberikan gambaran tentang lingkungan hidup manusia purba tersebut.

Beberapa hewan purba yang ditemukan di Sangiran antara lain adalah gajah purba (stegodon), kuda nil (hippopotamus), buaya (gavial dan crocodilus), harimau purba, dan berbagai jenis rusa.

Beberapa tumbuhan purba yang ditemukan di Sangiran antara lain adalah palem (palmae), bambu (bambusoideae), pinus (pinaceae), dan pohon rotan (calamoideae).

6. Sangiran Memiliki Empat Museum

6. Sangiran Memiliki Empat Museum

Buat memamerkan hasil temuan arkeologi di situs Sangiran, telah dibangun empat museum di sekitar situs tersebut.

Museum-museum ini adalah Museum Manusia Purba Sangiran, Museum Geologi Sangiran, Museum Dayu Park, dan Museum Krikilan.

Museum-museum ini menyajikan koleksi fosil-fosil manusia purba, hewan purba, tumbuhan purba, batuan, mineral, serta informasi tentang sejarah penelitian dan pengembangan situs Sangiran.

7. Sangiran menjadi Pusat Penelitian Ilmiah Arkeologi

7. Sangiran menjadi Pusat Penelitian Ilmiah Arkeologi

Situs Sangiran tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga menjadi pusat penelitian ilmiah tentang manusia purba dan evolusi manusia.

Penelitian di situs Sangiran dimulai sejak akhir abad ke-19 oleh Eugene Dubois, yang kemudian fokus pada situs Trinil di Ngawi.

Penelitian di situs Sangiran dilanjutkan oleh berbagai ilmuwan dari dalam dan luar negeri, seperti Koenigswald, Teuku Jacob, Sartono, Harry Widianto, Etty Indriati, dan lain-lain.

Penelitian di situs Sangiran masih berlangsung hingga saat ini, dengan menggunakan metode-metode modern dan canggih.

8. Situs Sangiran Memiliki Keanekaragaman Budaya

8. Situs Sangiran Memiliki Keanekaragaman Budaya

Situs Sangiran tidak hanya memiliki kekayaan sejarah dan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keanekaragaman budaya.

Di sekitar situs Sangiran, terdapat berbagai tradisi dan kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Beberapa contoh budaya yang ada di sekitar situs Sangiran antara lain adalah wayang kulit, tari topeng, kesenian reog, kesenian kuda lumping, kesenian jaranan, dan ritual bersih desa.

9. Sangiran Memiliki Potensi Wisata Alam

9. Sangiran Memiliki Potensi Wisata Alam

Situs Sangiran juga memiliki potensi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.

Di sekitar situs Sangiran, terdapat berbagai objek wisata alam yang menawarkan pemandangan indah dan suasana sejuk.

Beberapa contoh objek wisata alam yang ada di sekitar situs Sangiran antara lain adalah Waduk Kedung Ombo, Waduk Gondang, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo, Air Terjun Grojogan Sewu, dan Taman Bunga Celosia.

10. Sangiran Memiliki Potensi Wisata Edukasi

10. Sangiran Memiliki Potensi Wisata Edukasi

Situs Sangiran juga memiliki potensi wisata edukasi yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang manusia purba dan evolusi manusia.

Di sekitar situs Sangiran, terdapat berbagai fasilitas edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung, seperti museum-museum, pusat informasi, laboratorium lapangan, taman edukasi, serta papan-papan informasi.

Pengunjung dapat belajar tentang berbagai aspek ilmiah dan budaya yang terkait dengan situs Sangiran.

Demikian fakta singkat tentang situs manusia purba

10 Fakta Situs Manusia Purba Sangiran, Sumber Ilmu Arkeologi Terpenting Kepunyaan Indonesia

Artikel ini ditulis oleh
Tantri Setyorini

Editor Tantri Setyorini

Situs manusia purba Sangiran di Jawa Tengah merupakan salah satu sumber ilmu arkeologi terpenting di dunia.

Topik Terkait

Reporter
  • Tantri Setyorini

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Situs Goa Tapak Tangan, Jejak Manusia Purba di Kabupaten Kutai Timur

Situs Goa Tapak Tangan, Jejak Manusia Purba di Kabupaten Kutai Timur

Kabupaten Kutai Timur memang memiliki segalanya. Tak hanya bentang alam yang indah, namun juga bukti arkeologi yang mengungkap fakta tentang manusia purba.

Baca Selengkapnya icon-hand
Arkeolog Temukan Liang Kubur di dalam Gua, Isinya Tulang Manusia Berusia 6.000 Tahun

Arkeolog Temukan Liang Kubur di dalam Gua, Isinya Tulang Manusia Berusia 6.000 Tahun

Temuan tulang manusia itu termasuk yang paling awal dari masa Neolitikum di Spanyol.

Baca Selengkapnya icon-hand
Temuan Langka Tulang Rahang Singa Berusia 4.000 Tahun Ini Ada Kaitannya dengan Dongeng Masa Lalu, Begini Kisahnya

Temuan Langka Tulang Rahang Singa Berusia 4.000 Tahun Ini Ada Kaitannya dengan Dongeng Masa Lalu, Begini Kisahnya

Tulang ini ditemukan di sebuah situs arkeologi di Turki.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Tangan Perunggu Ditemukan di Benteng Romawi Kuno, Ternyata Fungsinya Tak Terduga

Tangan Perunggu Ditemukan di Benteng Romawi Kuno, Ternyata Fungsinya Tak Terduga

Arkeolog sudah menggali situs Benteng Vindolanda selama beberapa tahun dan menemukan banyak artefak.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pelukan Abadi, Tengkorak Ibu dan Anak Berusia 4.000 Tahun Ditemukan Saling Berangkulan

Pelukan Abadi, Tengkorak Ibu dan Anak Berusia 4.000 Tahun Ditemukan Saling Berangkulan

Penelitian prasejarah di situs arkeologi yang dijuluki Pompeii-nya China mengungkap sejumlah rahasia peradaban kuno dari masa 4.000 tahun silam.

Baca Selengkapnya icon-hand
Nenek Moyang Manusia Sudah Ada di Asia Tenggara Jauh Lebih Awal dari Dugaan Sebelumnya

Nenek Moyang Manusia Sudah Ada di Asia Tenggara Jauh Lebih Awal dari Dugaan Sebelumnya

Kapan tepatnya nenek moyang manusia meninggalkan Afrika dan menyebar ke seluruh dunia masih menjadi perdebatan para arkeolog.

Baca Selengkapnya icon-hand
Arkeolog Temukan Jejak Bumbu Rempah Asal Indonesia Berusia 2.000 Tahun, di Sini Lokasinya

Arkeolog Temukan Jejak Bumbu Rempah Asal Indonesia Berusia 2.000 Tahun, di Sini Lokasinya

Arkeolog menemukan sejumlah alat penggiling batu pasir bersama sisa bumbu-bumbuan untuk membuat kari.

Baca Selengkapnya icon-hand