Diskusi Kebijakan Impor Pangan yang Timbulkan Pro-Kontra

Kamis, 6 Desember 2018 22:24:00 Reporter : Merdeka
Diskusi Kebijakan Impor Pangan yang Timbulkan Pro-Kontra. Krisis pangan di Indonesia selalu di atasi dengan kebijakan impor dari pemerintah, sebagai contoh komoditas kedelai, gandum dan beras, namun masalah ini mengandung konsekuensi politik.
(kiri-kanan) Sekjen Prodem Satyo Purwanto,  Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Kontak) Lieus Sungkharisma, Ketum Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa, Moderator Agus Rihat Manalu, Direktur Eksekutif Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD) Marthen Siwabessy, dan Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng menjadi pembicara diskusi Pro Demokrasi (Prodem) bertema

(kiri-kanan) Sekjen Prodem Satyo Purwanto, Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Kontak) Lieus Sungkharisma, Ketum Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa, Moderator Agus Rihat Manalu, Direktur Eksekutif Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD) Marthen Siwabessy, dan Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng menjadi pembicara diskusi Pro Demokrasi (Prodem) bertema "Impor Pangan Kebutuhan Siapa?" di Jakarta, Kamis (6/12). Krisis pangan di Indonesia selalu di atasi dengan kebijakan impor dari pemerintah, sebagai contoh komoditas kedelai, gandum dan beras, namun masalah ini mengandung konsekuensi politik.

©Liputan6.com/Johan Tallo
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini