Menyambung hidup di tanah terlarang Nusakambangan

Selasa, 2 Januari 2018 14:08:08 Reporter : Abdul Aziz
Menyambung hidup di tanah terlarang Nusakambangan. Di pelosok ujung barat Pulau Nusakambangan, terdapat 30 keluarga yang nekat menyambung hidup dalam keterpencilan. Kerap dikatakan sebagai penduduk liar dan merambah hutan jadi perkebunan, kisah mereka mengabarkan ihwal keputusasaan tentang daerah asal.
Kastari (70) meninggalkan daerah asalnya Kabupaten Purbalingga menuju Nusakambangan pada 2012 silam. Di pulau yang tersohor dengan sebutan 'Pulau Tahanan' ini, dia membuka lahan perkebunan seluas 1 hektare.

Kastari (70) meninggalkan daerah asalnya Kabupaten Purbalingga menuju Nusakambangan pada 2012 silam. Di pulau yang tersohor dengan sebutan 'Pulau Tahanan' ini, dia membuka lahan perkebunan seluas 1 hektare.

©2018 Merdeka.com/Abdul Aziz
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini