Warga saat menyaksikan layar tancap yang disajikan oleh pesta pernikahan di Bogor, Jawa Barat (18/2/2017). Di era digital seperti saat ini keberadaan layar tancap hampir hilang bahkan lenyap di pusat kota. Pembuat film dan bioskop pun lebih memilih format digital ketimbang film 35 milimeter itu karena jauh lebih murah dan baik. Namun, Kamaluddin, seorang pemilik usaha layar tancap masih tetap bertahan dari gerusan film digital. Meski tak seramai dulu, usaha layar tancap Kamaluddin masih eksis ditanggap untuk acara seperti pernikahan dan perayaan lainnya.