Geliat Budidaya Kambing Etawa yang Tak Kenal Krisis Pandemi

Kamis, 8 April 2021 14:53:37 Reporter : Arie Basuki
Geliat Budidaya Kambing Etawa yang Tak Kenal Krisis Pandemi. Awalnya, Fuad memelihara 40 ekor, namun bertambah menjadi 120 ekor hanya dalam waktu dalam waktu setahun. Harga jual kambing tersebut sekitar Rp30 juta per ekornya. Dari peternakan tersebut juga bisa dihasilkan 20 liter susu kambing dalam sehari.
Peternak Fuad Farurahman memerah susu dari kambing peranakan etawa di Jiwanta Farm, Cibeuteng Udik, Bogor, Jaea Barat, Kamis (8/4/2021). Fuad Farurahman, yang merupakan mantan pegawai sebuah perusahaan BUMN, membudidayakan kambing peranakan etawa jenis Kaligesing dan Senduro sejak masa pandemi Covid-19.

Peternak Fuad Farurahman memerah susu dari kambing peranakan etawa di Jiwanta Farm, Cibeuteng Udik, Bogor, Jaea Barat, Kamis (8/4/2021). Fuad Farurahman, yang merupakan mantan pegawai sebuah perusahaan BUMN, membudidayakan kambing peranakan etawa jenis Kaligesing dan Senduro sejak masa pandemi Covid-19.

©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini